KENDARI, Kongkritsultra.com– Kota Kendari kembali menorehkan capaian yang membanggakan di tingkat internasional. Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M., dipercaya menjadi peserta Asia-Pacific Mayors Academy (APMA) 2026, sebuah akademi kepemimpinan yang mempertemukan para wali kota dan pemimpin daerah terbaik dari kawasan Asia Pasifik.

Keikutsertaan tersebut menjadi pencapaian tersendiri karena Siska Karina Imran merupakan satu-satunya kepala daerah dari Indonesia yang terpilih mengikuti program bergengsi yang digagas UN-Habitat bersama sejumlah lembaga internasional.

Dalam APMA 2026, Wali Kota Kendari bergabung dengan para pemimpin kota dari Nepal, India, Pakistan, Sri Lanka, dan Filipina untuk membahas berbagai strategi pembangunan perkotaan yang adaptif terhadap tantangan masa depan.

Program yang berlangsung sejak April 2026 itu dirancang sebagai ruang kolaborasi antarkepala daerah dalam merumuskan solusi terhadap persoalan perkotaan, mulai dari perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, transformasi digital, hingga pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Selama mengikuti akademi, para peserta tidak hanya memperoleh materi dari para pakar dunia, tetapi juga mengikuti diskusi kebijakan, pembelajaran antarkota, pendampingan proyek, serta menyusun rencana aksi yang akan diterapkan di daerah masing-masing.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Kendari memperkenalkan sejumlah program prioritas yang menjadi arah pembangunan kota. Di antaranya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, penguatan ketahanan terhadap banjir dan perubahan iklim, pelestarian kawasan mangrove, perluasan ruang terbuka hijau, digitalisasi pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat.

Berbagai program tersebut dinilai sejalan dengan fokus utama Asia-Pacific Mayors Academy yang menempatkan pembangunan kota berkelanjutan sebagai agenda utama, termasuk penguatan ketahanan perkotaan, inovasi tata kelola, pengembangan smart city, serta pembiayaan pembangunan yang berorientasi jangka panjang.

Pendampingan selama akademi diberikan oleh para ahli dari berbagai organisasi internasional, seperti UN-Habitat, UN ESCAP, UCLG ASPAC, APRU, UNU-IAS, dan IGES. Melalui proses tersebut, setiap peserta memperoleh kesempatan menyempurnakan kebijakan pembangunan sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayahnya.

Keikutsertaan Kendari dalam APMA 2026 juga membuka peluang memperluas jejaring kerja sama internasional. Selain menjadi ajang bertukar pengalaman, forum ini diharapkan mampu menghadirkan peluang investasi, memperkuat kemitraan global, serta mempercepat adopsi berbagai inovasi pembangunan yang telah berhasil diterapkan di kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik.

Bagi Pemerintah Kota Kendari, partisipasi dalam akademi internasional ini menjadi bukti bahwa daerah tidak lagi hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga mulai diperhitungkan sebagai bagian dari jaringan kota-kota dunia yang aktif membangun inovasi.

Terpilihnya Wali Kota Siska Karina Imran sebagai satu-satunya delegasi Indonesia sekaligus menjadi pengakuan atas meningkatnya posisi Kendari dalam peta pembangunan perkotaan internasional. Melalui forum ini, Kendari tidak hanya membawa nama Indonesia ke panggung global, tetapi juga membawa pulang pengalaman, jejaring, dan inovasi yang diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kota yang lebih hijau, tangguh, inklusif, dan berdaya saing di masa depan*