KOLAKA UTARA, Kongkritsultra.com- Suasana dini hari di Mapolres Kolaka Utara mendadak berubah menjadi operasi darurat setelah 11 tahanan dilaporkan melarikan diri dari ruang tahanan pada Kamis (2/7/2026). Aksi tersebut memicu pengejaran besar-besaran yang melibatkan seluruh personel kepolisian.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan para tahanan diduga kabur sekitar pukul 03.30 WITA. Mereka disinyalir merusak ventilasi ruang tahanan sebagai jalan keluar, kemudian memanjat ke atap gedung menggunakan selang air sebelum berhasil meninggalkan kompleks Mapolres.
Begitu menerima laporan, Kapolres Kolaka Utara AKBP Ritman Todoan Agung Gultom bersama Wakapolres langsung menuju lokasi sekitar pukul 04.00 WITA. Seluruh personel kemudian dikumpulkan melalui Panggilan Luar Biasa (PLB) untuk melaksanakan operasi pengejaran.
Polres segera menerapkan sejumlah langkah pengamanan, mulai dari penyisiran lokasi yang diduga menjadi jalur pelarian, razia kendaraan di akses utama, hingga penyekatan di sejumlah pintu keluar wilayah Kolaka Utara guna mempersempit ruang gerak para buronan.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil pada hari yang sama. Seorang tahanan berinisial S berhasil diamankan sekitar pukul 14.14 WITA saat bersembunyi di kawasan pegunungan Desa Katoi, Kecamatan Katoi.
Beberapa jam kemudian, petugas kembali menangkap seorang tahanan lainnya berinisial S alias L di wilayah Kecamatan Rante Angin sekitar pukul 17.18 WITA.
Dengan demikian, dua dari sebelas tahanan yang kabur telah kembali diamankan. Sementara itu, sembilan tahanan lainnya masih dalam pengejaran intensif.
Kapolres memimpin langsung operasi pencarian yang diperluas hingga kawasan hutan, perbukitan, dan lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para pelarian.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga yang mengetahui keberadaan para tahanan diminta segera memberikan informasi kepada petugas melalui Call Center 110 Polres Kolaka Utara atau kantor kepolisian terdekat.
Polres Kolaka Utara berharap dukungan masyarakat dapat mempercepat proses penangkapan seluruh tahanan yang masih buron sehingga situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga*
