KOLAKA, Kongkritsultra.com- Di tengah aktivitas industri yang terus bergerak di wilayah Kecamatan Batu Putih, PT Kasmar Tiar Raya mencoba menunjukkan wajah lain perusahaan tambang: hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui sentuhan sosial dan kemanusiaan.
Momentum Hari Raya Idul Adha 2026 dimanfaatkan perusahaan untuk menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di tujuh desa dan kelurahan lingkar operasional perusahaan di Kabupaten Kolaka.
Tujuh wilayah penerima bantuan itu masing-masing Kelurahan Batu Putih, Desa Parung Lampe, Desa Makuaseng, Desa Latowu, Desa Tetebawo, Desa Mosiku, dan Desa Lelewawo.
Di banyak wilayah pertambangan, hubungan perusahaan dan masyarakat sering kali diwarnai jarak sosial. Namun PT Kasmar Tiar Raya memilih membangun pendekatan berbeda: memperkuat hubungan emosional melalui program sosial yang langsung dirasakan masyarakat.
Humas PT Kasmar Tiar Raya, Muh Zulwan Ardiansyah, mengatakan kegiatan kurban tersebut merupakan agenda rutin perusahaan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga sekitar wilayah operasional.
“Kami ingin keberadaan perusahaan tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga memberi manfaat sosial bagi masyarakat, khususnya di momentum Idul Adha,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, semangat berbagi di Hari Raya Kurban menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat desa yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas industri.
Di dunia industri modern, pendekatan seperti ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Banyak perusahaan mulai memahami bahwa keberlangsungan investasi juga ditentukan oleh kuatnya hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.
Karena itu, kegiatan kurban dipandang sebagai simbol kepedulian sekaligus bentuk “kehadiran sosial” perusahaan di tengah warga.
Proses penyaluran bantuan berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kepala desa, tokoh masyarakat, hingga aparat pemerintah kecamatan disebut hadir langsung dalam proses penyerahan hewan kurban tersebut.
Warga menyambut bantuan itu dengan antusias karena dinilai membantu masyarakat merasakan kebahagiaan Idul Adha, terutama bagi keluarga yang membutuhkan.
“Ini bukan sekadar bantuan daging kurban, tetapi bentuk perhatian perusahaan kepada masyarakat,” ujar salah satu tokoh warga Batu Putih.
Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap tanggung jawab sosial perusahaan tambang, langkah PT Kasmar Tiar Raya dinilai menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih harmonis dengan masyarakat lingkar tambang.
Perusahaan juga memastikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tidak berhenti pada momentum Idul Adha saja, tetapi akan terus dilanjutkan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Batu Putih.
Sebab di era industri saat ini, perusahaan tidak lagi cukup hanya kuat secara investasi dan produksi. Mereka juga dituntut mampu membangun kepercayaan, kedekatan sosial, dan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya*
