KONUT, Kongkritsultra.com- Di tengah deretan destinasi wisata bahari yang tumbuh di Sulawesi Tenggara, Pantai Wale di Desa Ulusawa, Kecamatan Sawa, mulai menunjukkan pesonanya sebagai tujuan wisata yang semakin diminati masyarakat. Hamparan pasir yang membentang di tepi laut, suasana yang tenang, serta panorama alam yang masih alami menjadikan kawasan ini perlahan menjelma menjadi salah satu magnet wisata baru di Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara

Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Wale mengalami peningkatan. Pada akhir pekan, terutama Sabtu dan Minggu, kawasan wisata ini dipadati pengunjung yang datang tidak hanya dari wilayah Konawe Utara, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Sulawesi Tenggara.

Pantai Wale menawarkan lebih dari sekadar pemandangan laut. Berbagai fasilitas rekreasi mulai tersedia untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi wisatawan. Pengunjung dapat menikmati wisata kuliner khas pesisir, menaiki perahu wisata, mencoba banana boat, hingga berkeliling menggunakan perahu kayuh sambil menikmati suasana pantai yang sejuk.

Koordinator Pos Lapangan Pantai Wale, Abdul Haris, mengatakan bahwa pengelola terus berupaya menjaga kenyamanan wisatawan dengan menempatkan kebersihan dan keamanan sebagai prioritas utama.

Menurutnya, setiap pengunjung yang datang selalu diingatkan untuk menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Langkah tersebut dilakukan agar keindahan pantai tetap terjaga dan dapat dinikmati dalam jangka panjang

“Kami selalu mengimbau pengunjung untuk menjaga kebersihan. Sampah yang mereka bawa diharapkan dibuang pada tempat yang sudah tersedia agar lingkungan pantai tetap bersih dan nyaman,” ujarnya. Rabu (8/7/2026)

Selain kebersihan, aspek keamanan juga menjadi perhatian pengelola. Hingga saat ini, aktivitas wisata di Pantai Wale berlangsung kondusif tanpa gangguan berarti. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat wisatawan merasa betah menghabiskan waktu bersama keluarga maupun kerabat.

Meski perkembangan wisata terus menunjukkan tren positif, pengelola dan masyarakat setempat mengakui masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menjadikan Pantai Wale sebagai destinasi yang lebih representatif. Berbagai fasilitas dasar seperti musala, penataan kawasan, tempat istirahat, hingga sarana kebersihan dinilai masih memerlukan dukungan anggaran.

Abdul Haris menjelaskan bahwa sebagian besar fasilitas yang ada saat ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat Desa Ulusawa. Dukungan pemerintah sejauh ini lebih banyak terlihat pada pembangunan akses jalan dan jembatan menuju lokasi wisata.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan kawasan wisata tersebut. Mereka meyakini bahwa investasi pada sektor pariwisata akan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Dampak ekonomi mulai dirasakan oleh para pelaku usaha kecil dan menengah yang membuka usaha di sekitar kawasan pantai. Salah satunya Hasna, pelaku UMKM yang setiap hari melayani kebutuhan wisatawan.

Ia mengungkapkan bahwa pendapatan usahanya sangat bergantung pada jumlah pengunjung. Pada saat akhir pekan atau musim liburan, omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari. Namun pada hari-hari biasa, pendapatan dapat menurun seiring berkurangnya jumlah wisatawan.

Meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas, para pelaku usaha tetap berupaya menjaga kebersihan kawasan secara mandiri. Setelah wisatawan meninggalkan lokasi, mereka bergotong royong membersihkan sampah agar area pantai tetap nyaman bagi pengunjung berikutnya.

Hasna berharap pemerintah dapat membantu penyediaan fasilitas kebersihan, terutama tong sampah dan sarana pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas wisata.

Di sisi lain, kesan positif datang dari para wisatawan yang berkunjung. Murni, wisatawan asal Kendari, mengaku terkesan dengan kondisi Pantai Wale yang bersih, asri, dan nyaman.

Menurutnya, suasana alam yang masih terjaga menjadi daya tarik utama. Pemandangan laut yang luas, lingkungan yang relatif bebas sampah, serta ketenangan kawasan memberikan pengalaman berbeda dibanding sejumlah destinasi lain yang pernah ia kunjungi.

Ia menilai Pantai Wale memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu ikon wisata unggulan Sulawesi Tenggara. Dengan dukungan fasilitas yang lebih baik dan pengelolaan yang berkelanjutan, destinasi ini diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah.

Potensi tersebut juga membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. Jika pengembangan terus dilakukan secara terarah, Pantai Wale bukan hanya menjadi ruang rekreasi bagi wisatawan, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru bagi warga Desa Ulusawa dan Kabupaten Konawe Utara secara keseluruhan.

Di balik keindahan alam yang dimilikinya, Pantai Wale kini membawa harapan besar. Harapan masyarakat yang ingin melihat destinasi ini berkembang lebih maju, harapan pelaku UMKM yang menggantungkan penghidupan dari sektor wisata, serta harapan wisatawan yang mendambakan hadirnya kawasan wisata bahari yang nyaman, bersih, dan berdaya saing di Sulawesi Tenggara

Oleh karena itu Pantai wale, Harapan Besar masyarakat Untuk memberikan sentuhan Pemerintah(Red)