KENDARI, Kongkritsultra.com- Jalan Wulele di persimpangan Asrama Haji, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, kembali jadi sorotan. Lubang di sana sudah seperti “kolam mini” setiap hujan datang. Kini, Pemerintah Kota Kendari lewat Dinas PUPR memutuskan gas pol perbaikan, sebelum H‑10 Lebaran 2026.
Kepala Bidang Bina Marga, Muh. Almulna Mande, tidak main-main. Baginya, jalan itu bukan sekadar aspal dan cor beton, tapi garis hidup masyarakat.
“Pertama, soal keselamatan. Kedua, soal mobilitas warga. Jangan sampai warga jalan kaki atau naik motor harus loncat-loncat, kelakarnya sambil menunjuk lubang-lubang yang masih tergenang air.
Lubang di persimpangan Asrama Haji ini memang terkenal “langganan tenggelam” saat musim hujan. Warga pun acap mengeluh, kendaraan cepat rusak, ban kempes
- Dua Hari Adu Cepat di Kendari Berakhir Aman, Cup Race PBB 2026 Bidik Bibit Pembalap Lokal
- Cup Race PBB Sultra 2026 Resmi Dibuka, Ikbar Bicara “Rumah Balap” di Konawe Utara Mulai 2027
- Eks MTQ Kendari Berubah Jadi Sirkuit, PBB Sultra Buka Cup Race 2026 untuk Pembalap Muda
- Lihat semua berita terbaru di Kongkrit Sultra
“Kalau hujan, jalan ini berubah jadi kolam renang mini. Motor dan mobil harus slalom,” kata Sadar, Ketua RT 16 Bonggoeya, Senin, 2 Maret 2026
Pemkot Kendari bergerak cepat dengan strategi “tutup lubang dulu, ratakan belakangan”. Dana yang ada digunakan untuk pemeliharaan rutin sementara. Nanti, jika anggaran ada, seluruh jalan akan diratakan dan diaspal.
“Sekarang kita lakukan yang bisa dilakukan. Anggaran terbatas, tapi keselamatan warga nomor satu,” jelas Almulna Mande,
Camat Wua-Wua, Fery Irawan, menambahkan:
“Ini bukan soal proyek pamer, tapi soal nyawa. Jalan aman, kendaraan aman, warga tenang. Apalagi jelang Lebaran, mobilitas naik drastis.”
Warga pun berharap, sebelum hari raya, Jalan Wulele tak lagi menjadi “jalan jebakan betmen” yang bikin kendaraan jadi korban ban kempes dan shockbreaker. Semoga, langkah Pemkot Kendari kali ini benar-benar gas pol, jangan setengah-setengah*
