KENDARI, Kongkritpost.com- Deru mesin yang selama dua hari menggema dalam ajang Cup Race Partai Bulan Bintang (PBB) 2026 di Kota Kendari akhirnya berhenti. Namun, berakhirnya balapan justru diharapkan menjadi awal dari agenda yang lebih panjang: menemukan dan membina talenta pembalap muda Sulawesi Tenggara.
Rangkaian Cup Race PBB 2026 resmi ditutup pada Minggu malam, 4 Oktober 2026. Seluruh kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif dengan pengamanan serta pengawalan aparat kepolisian dari Polres maupun Polda Sulawesi Tenggara.
Ketua DPW PBB Sulawesi Tenggara, Ikbar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Kendari, jajaran Forkopimda, serta aparat kepolisian yang telah mengawal jalannya kegiatan hingga selesai.
- Cup Race PBB Sultra 2026 Resmi Dibuka, Ikbar Bicara “Rumah Balap” di Konawe Utara Mulai 2027
- Eks MTQ Kendari Berubah Jadi Sirkuit, PBB Sultra Buka Cup Race 2026 untuk Pembalap Muda
- Keberatan dengan Penagihan Adira, Debitur Kendari Siapkan Laporan ke OJK dan Lembaga Pengawas Peradilan
- Lihat semua berita terbaru di Kongkrit Sultra
Menurut Ikbar, Cup Race PBB tidak hanya berorientasi pada persaingan untuk menjadi yang tercepat. Ajang tersebut juga dirancang sebagai ruang untuk menjaring bakat dan potensi generasi muda di bidang olahraga balap motor.
“Ajang Cup Race ini bukan sekadar ajang mencari pemenang, melainkan wadah untuk menjaring talenta dan potensi generasi muda di bidang olahraga balap motor,” ujar Ikbar dalam sambutannya Minggu malam.(4/10/2026)
Ia mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.
Pembalap yang menunjukkan potensi diharapkan tidak berhenti pada kompetisi tingkat daerah, tetapi terus mendapatkan pembinaan sehingga mampu membawa nama Sulawesi Tenggara ke arena yang lebih tinggi, termasuk kompetisi nasional.
Di sisi lain, kompetisi resmi seperti Cup Race dinilai dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan minat mereka.
Olahraga balap motor memiliki daya tarik tersendiri bagi anak muda. Dengan adanya kompetisi yang resmi dan terarah, kegemaran tersebut diharapkan berkembang menjadi prestasi, sekaligus menjauhkan generasi muda dari perilaku negatif dan penyalahgunaan narkoba.
Selain aspek olahraga, kegiatan tersebut juga membawa pergerakan ekonomi di sekitar lokasi.
Kehadiran pembalap, tim, keluarga, dan penonton selama dua hari menciptakan aktivitas bagi pelaku usaha dan masyarakat yang berada di sekitar arena.
Dengan demikian, ajang balap tidak hanya menghasilkan pemenang di lintasan, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ikbar turut menyampaikan salam dari Ketua Umum PBB, Yuri Kemal Pandu Lulah, S.H., M.H., yang berhalangan hadir secara langsung di Kendari.
Apresiasi juga diberikan kepada perwakilan DPR RI, La Ode Umar Bonte, yang menyempatkan hadir di tengah padatnya agenda di Jakarta untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga bagi generasi muda Sulawesi Tenggara.
Dengan resmi ditutupnya Cup Race PBB 2026, tantangan berikutnya adalah memastikan bakat yang muncul dari lintasan tidak berhenti setelah podium dan piala dibagikan.
Sebab, di balik deru mesin selama dua hari itu, ada harapan yang jauh lebih panjang: lahirnya pembalap muda Sulawesi Tenggara yang mampu bersaing, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional*
