KENDARI, Kongkritsultra.com- Deru mesin balap menggema di kawasan Tugu Religi Eks MTQ Kota Kendari, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Ribuan mata tertuju ke lintasan. Para pembalap bersiap memacu kendaraan, sementara masyarakat memenuhi sisi arena untuk menyaksikan persaingan dalam Cup Race PBB Sultra 2026.

Kejuaraan balap motor regional tersebut resmi dibuka dan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) se-Sulawesi Tenggara.

Pembukaan tidak hanya dihadiri komunitas otomotif dan peserta balap. Sejumlah pejabat daerah, tokoh politik dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir.

Di antaranya Anggota DPD RI Dapil Sultra Umar Bonte, Wali Kota Kendari Dr. H. Siska Karina Imran, S.KM., Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Wakil Bupati Konawe Utara H. Abu Haera, serta perwakilan Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sultra.

Jajaran Polda Sultra, Polresta Kendari dan Ditlantas Polda Sultra juga tampak dalam kegiatan tersebut.

Bagi Ketua DPW PBB Sultra, Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., event tersebut tidak berhenti pada persaingan di lintasan.

Cup Race PBB Sultra 2026, kata dia, diharapkan menjadi ruang pembinaan bagi anak muda sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ikbar menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, kepolisian, IMI Sultra, serta pengurus PBB dari 17 kabupaten/kota yang ikut mendukung penyelenggaraan kegiatan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memberikan ruang bagi para pembalap untuk berkompetisi secara sehat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang turut meramaikan kegiatan ini,” ujar Ikbar.

Dari sana, muncul gagasan yang lebih besar.

Konawe Utara Disiapkan Jadi Rumah Otomotif

Di hadapan peserta dan penonton, Ikbar menyampaikan rencana pembangunan fasilitas sport tourism di Kabupaten Konawe Utara.

Menurutnya, rencana tersebut telah terakomodasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi gelanggang olahraga otomotif yang dapat digunakan untuk berbagai kejuaraan.

Tidak hanya road race, tetapi juga diharapkan mampu menampung event dengan skala yang lebih besar.

“Ke depan, kita tidak hanya berbicara tentang race, tetapi kita akan punya rumah sendiri di Konawe Utara pada 2027,” kata Ikbar.

Jika terealisasi, fasilitas tersebut akan membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan olahraga otomotif di Sulawesi Tenggara.

Event balap tidak lagi harus selalu bergantung pada penggunaan lintasan sementara.

Lebih jauh, konsep sport tourism juga berpotensi mempertemukan olahraga dengan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Pembalap datang bersama tim. Penonton berdatangan. Komunitas otomotif ikut bergerak. Pelaku usaha pun mendapatkan kesempatan menjajakan produk mereka.

UMKM Ikut Menikmati Ramainya Sirkuit

Dampak ekonomi dari gelaran tersebut turut menjadi perhatian IMI Sultra.

Perwakilan IMI Sultra menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Umum IMI Sultra Anton Timbang tidak dapat hadir lantaran sedang menjalankan agenda di luar daerah.

IMI Sultra tetap memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Cup Race PBB Sultra 2026 dan konsistensi dalam mendorong kegiatan olahraga otomotif di daerah.

Menurut perwakilan IMI Sultra, event yang berlangsung selama dua hari tersebut turut memberikan dampak bagi pelaku usaha di sekitar arena.

Aktivitas pedagang mikro dan kecil meningkat seiring berkumpulnya peserta, penonton dan komunitas otomotif.

Perputaran uang dari aktivitas perdagangan di sekitar sirkuit diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Namun, semakin ramai arena, semakin besar pula kebutuhan menjaga keselamatan.

IMI Sultra mengingatkan seluruh pembalap untuk mengedepankan sportivitas, kejujuran dan keselamatan selama bertanding.

“Junjung tinggi sportivitas, utamakan keselamatan, dan jangan ugal-ugalan di lintasan,” imbaunya.

IMI Sultra juga berharap lokasi sirkuit yang digunakan dalam event tersebut dapat kembali dimanfaatkan sebagai venue olahraga bermotor pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sultra mendatang.

Ketika Balapan Menjadi Lebih dari Sekadar Balapan

Pembukaan Cup Race PBB Sultra 2026 akhirnya ditutup secara resmi oleh Ketua DPW PBB Sultra melalui pembacaan basmalah.

Tepuk tangan dan sorak penonton pun pecah.

Setelah itu, lintasan kembali menjadi panggung utama.

Pembalap mengejar posisi. Mesin meraung. Penonton memberikan dukungan.

Tetapi di balik persaingan tersebut, ada agenda yang lebih panjang: membangun ruang pembinaan bagi pembalap muda dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dan jika rencana pembangunan fasilitas sport tourism di Konawe Utara pada 2027 terealisasi, gagasan itu akan memiliki tempat yang lebih permanen.

Kendari menjadi panggung hari ini.

Konawe Utara diproyeksikan menjadi rumah berikutnya.

Dari sana, olahraga otomotif Sulawesi Tenggara diharapkan tidak hanya menghasilkan juara di lintasan lokal, tetapi juga melahirkan talenta yang mampu membawa nama daerah ke panggung nasional*