KOLAKA, Kongkritsultra.com- Suasana berbeda tampak menyelimuti kawasan Pelabuhan Pomalaa, Kamis (28/5/2026). Di tengah aktivitas bongkar muat dan lalu lintas logistik yang biasa sibuk, kawasan pelabuhan itu berubah menjadi ruang kebersamaan dan kepedulian sosial.
Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Pomalaa menggelar penyembelihan dan penyaluran hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat sekitar pelabuhan.
Tahun ini, semangat berbagi di lingkungan Pelabuhan Pomalaa terlihat meningkat. Sebanyak lima ekor sapi berhasil dikurbankan. Empat di antaranya berasal dari dukungan para mitra kerja pelabuhan, sementara satu ekor lainnya disiapkan internal Kantor UPP Kelas III Pomalaa.
Dari proses penyembelihan hingga pengemasan, seluruh kegiatan dilakukan secara gotong royong. Di balik kesibukan itu, ratusan paket daging kurban disiapkan untuk dibagikan kepada warga sekitar dan pihak-pihak yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas pelabuhan tetap berjalan kondusif.
Kepala Kantor UPP Kelas III Pomalaa, Cakra Andreas Situmeang, SH, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus wujud kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini kami menyalurkan daging kurban kepada instansi terkait dan warga sekitar Pelabuhan Pomalaa yang selama ini ikut membantu pelaksanaan tupoksi UPP Kelas III Pomalaa, serta bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah pelabuhan,” ujarnya.
Sebanyak 350 paket daging kurban berhasil disalurkan dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu menjadikan momentum Iduladha di Pelabuhan Pomalaa terasa lebih hidup dan menyentuh langsung masyarakat sekitar.
Namun di balik pembagian daging kurban, ada pesan sosial yang ingin dibangun pihak pelabuhan.
Dalam tradisi Iduladha, kurban bukan hanya ritual penyembelihan hewan, tetapi juga simbol pengorbanan ego, kepentingan pribadi, dan rasa individualisme.
Karena itu, pihak UPP Pomalaa memandang Iduladha sebagai ruang refleksi untuk memperkuat nilai ketakwaan, kepedulian, dan solidaritas sosial.
Di lingkungan pelabuhan yang identik dengan aktivitas ekonomi dan bisnis logistik, kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kawasan pelabuhan juga dapat menjadi ekosistem kemanusiaan.
Kolaborasi antara UPP Pomalaa dan para stakeholder disebut menjadi bukti bahwa hubungan antarlembaga tidak hanya dibangun dalam urusan operasional, tetapi juga melalui nilai sosial dan kebersamaan.
Semangat gotong royong yang terlihat sepanjang proses penyembelihan hingga distribusi daging juga mencerminkan budaya kolektif yang masih kuat di tengah aktivitas modern kawasan pelabuhan.
Melalui momentum Iduladha ini, Kantor UPP Kelas III Pomalaa berharap hubungan antara instansi pelabuhan, mitra kerja, dan masyarakat sekitar dapat terus terjaga harmonis.
Sebab di tengah dunia yang semakin individualistis, Iduladha kembali mengingatkan bahwa kebahagiaan paling sederhana sering lahir dari satu hal: saling berbagi*
