BOMBANA, Kongkritsultra.com- Kehadiran Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, di Kabupaten Bombana langsung dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan pembangunan yang selama ini mereka hadapi.

Dalam agenda Kunjungan Kerja (Kunker) Reses yang berlangsung di Bombana, Minggu (26/7/2026), warga tidak sekadar datang untuk bertemu legislator asal Sulawesi Tenggara itu. Mereka membawa harapan besar agar berbagai kebutuhan daerah dapat diperjuangkan hingga ke tingkat pusat.

Pertemuan berlangsung hangat namun sarat substansi. Berbagai aspirasi mengalir, mulai dari kondisi infrastruktur jalan yang membutuhkan perhatian serius, fasilitas transportasi yang dinilai belum memadai, hingga kebutuhan program pemberdayaan masyarakat di kawasan pedesaan dan pesisir.

Sebagai anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tenggara yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae menegaskan bahwa reses bukanlah agenda seremonial semata. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

“Reses ini merupakan momentum penting bagi kami untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lapangan. Semua masukan akan kami catat dan perjuangkan di tingkat pusat,” tegas Ridwan Bae.

Politisi senior Sultra itu menilai pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan yang baik, transportasi yang lancar, serta konektivitas antarkawasan akan membuka akses ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan.

Karena itu, berbagai usulan yang muncul dari masyarakat Bombana menjadi catatan penting dalam pembahasan program dan anggaran bersama kementerian mitra Komisi V DPR RI.

Menariknya, sebagian besar aspirasi yang mengemuka berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Warga menginginkan peningkatan kualitas jalan penghubung antardesa dan antarkabupaten, perbaikan sarana transportasi laut dan penyeberangan pesisir, serta penguatan program pembangunan berbasis masyarakat desa.

Permintaan tersebut dinilai sejalan dengan karakteristik Kabupaten Bombana yang memiliki wilayah pesisir cukup luas dan membutuhkan konektivitas yang baik untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Di hadapan peserta reses, Ridwan Bae juga menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah pusat atau daerah semata. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan agar berbagai program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, salah satu tantangan pembangunan saat ini adalah memastikan anggaran negara benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat, bukan hanya berdasarkan data administratif semata.

Karena itu, forum reses menjadi instrumen penting untuk menjembatani suara masyarakat dengan kebijakan nasional.

Bagi masyarakat Bombana, kunjungan tersebut menjadi kesempatan strategis untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini dirasakan. Sementara bagi Ridwan Bae, aspirasi yang diterima menjadi bekal untuk diperjuangkan dalam forum-forum pengambilan keputusan di Jakarta.

Di tengah meningkatnya tuntutan pembangunan daerah, masyarakat berharap hasil reses kali ini tidak berhenti sebagai catatan di atas kertas. Mereka ingin berbagai kebutuhan yang disampaikan dapat bertransformasi menjadi program nyata yang mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga Bombana serta Sulawesi Tenggara secara keseluruhan*