KENDARI, Kongkritsultra.com- Harapan masyarakat terhadap pembangunan jembatan penghubung Pulau Muna dan Pulau Buton masih harus menunggu. Meski tahapan perencanaan proyek strategis tersebut disebut telah rampung, realisasi pembangunan fisik belum dapat dimulai dalam waktu dekat karena pemerintah masih menghadapi persoalan pendanaan.
Anggota DPR RI Komisi V, Ridwan Bae, mengungkapkan pemerintah pusat saat ini tengah berupaya mencari sumber pembiayaan alternatif untuk merealisasikan megaproyek yang diperkirakan menelan anggaran hingga Rp6 triliun tersebut.
Menurut Ridwan Bae, besarnya kebutuhan biaya membuat proyek jembatan Muna-Buton sulit direalisasikan jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni.
“Perencanaannya sebenarnya sudah selesai. Sekarang tantangannya ada pada pembiayaan. Kita akan terus upayakan dan mendesak pemerintah pusat agar segera mencari sumber dana untuk pembangunan jembatan Muna-Buton,” ujar Ridwan Bae, Minggu (17/5/2026).
Ia menjelaskan, Kementerian Pekerjaan Umum saat ini sedang membuka peluang pembiayaan melalui skema bantuan maupun pinjaman luar negeri.
Namun, kata dia, pemerintah tetap berhati-hati agar skema pendanaan yang diambil tidak membebani keuangan negara dalam jangka panjang.
“Kalau menggunakan pinjaman luar negeri, tentu pemerintah mencari yang bebannya ringan dan tidak memberatkan APBN ke depan,” katanya.
Ridwan Bae menilai keberadaan jembatan Muna-Buton nantinya akan menjadi titik penting penguatan konektivitas antarwilayah di Sulawesi Tenggara. Selain mempercepat mobilitas masyarakat, proyek tersebut juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan.
Di tengah tingginya kebutuhan infrastruktur konektivitas di Sultra, proyek jembatan Muna-Buton dinilai bukan sekadar pembangunan fisik biasa, melainkan simbol percepatan pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.
Meski demikian, pemerintah memastikan pembangunan fisik belum bisa dimulai pada tahun ini karena proses pencarian sumber pembiayaan masih berlangsung.
Selain proyek Muna-Buton, pemerintah juga mulai mempersiapkan proyek konektivitas lain di wilayah tersebut, termasuk rencana pembangunan jalur penghubung Tampo.
Ridwan Bae menyebut proyek itu saat ini masih berada pada tahap awal, seperti studi kelayakan atau feasibility study (FS) serta persiapan administrasi teknis lainnya.
Menurutnya, berbagai proyek konektivitas di Sultra harus terus diperjuangkan karena memiliki dampak besar terhadap distribusi barang, akses layanan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi daerah.
“Kalau konektivitas terbuka, ekonomi daerah juga akan ikut bergerak. Itu yang terus kita perjuangkan di pusat,” tegasnya.
Kini masyarakat Sulawesi Tenggara menanti langkah konkret pemerintah pusat dalam memastikan kepastian pendanaan proyek jembatan Muna-Buton yang sejak lama dianggap sebagai mimpi besar konektivitas kawasan kepulauan di Bumi Anoa*
