KENDARI, Kongkritpost.com- Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat. Melalui Dinas Pertanian, pembinaan dan pendampingan intensif kini difokuskan kepada kelompok-kelompok tani produktif yang dinilai memiliki potensi berkembang lebih besar.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Kelompok Tani Tani Sejahtera di Kecamatan Kambu. Kelompok ini mengelola lahan sekitar 3,5 hektare dengan berbagai komoditas unggulan yang mulai menunjukkan perkembangan menjanjikan.

Di kawasan tersebut, petani tidak hanya mengembangkan kebun jeruk seluas sekitar dua hektare, tetapi juga membudidayakan madu lebah Trigona yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Pemerintah pun mendorong diversifikasi usaha tani agar sumber pendapatan petani semakin kuat.

Dinas Pertanian Kota Kendari Imran ismail mengatakan saat ini tengah menyiapkan pengembangan budidaya cabai pada lahan sekitar tiga hektare. Program itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Pembinaan akan terus dilakukan agar produktivitas meningkat, pendapatan petani bertambah, dan kesejahteraan kelompok tani semakin baik,” ujar Kadis Pertanian Kota Kendari. Rabu (10/6/2026)

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada keberlanjutan usaha tani agar mampu menjadi sumber ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Tidak hanya Kelompok Tani Tani Sejahtera, perhatian pemerintah juga diberikan kepada seluruh kelompok tani yang tersebar di Kota Kendari. Saat ini tercatat sekitar 70 kelompok tani dari sektor tanaman pangan, hortikultura hingga peternakan yang terus mendapatkan pendampingan dan pembinaan.

Dinas Pertanian menegaskan seluruh program tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Kendari agar kebutuhan petani dapat terpenuhi, baik melalui dukungan anggaran daerah maupun bantuan dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, kabar baik juga datang bagi petani di kawasan Amohalo yang sebelumnya terdampak banjir. Bantuan dari Kementerian Pertanian kini mulai direalisasikan dan disalurkan kepada kelompok tani penerima manfaat.

Untuk sektor tanaman pangan, pemerintah menyalurkan benih padi yang diperuntukkan bagi lahan seluas 330 hektare. Selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian juga mulai diterima petani guna mempercepat proses produksi.

Bantuan tersebut meliputi dua unit mesin panen combine harvester, dua unit mesin pengering gabah, dua unit traktor roda dua, serta satu unit traktor roda empat.

Dinas Pertanian memastikan benih padi yang telah tiba langsung disalurkan ke kelompok tani yang lahannya siap tanam. Saat ini sebagian besar petani di Amohalo sedang melakukan pengolahan lahan dan persiapan musim tanam.

Tidak hanya itu, sektor hortikultura juga mendapat perhatian. Pemerintah memastikan bantuan bibit kakao untuk lahan seluas 200 hektare akan segera direalisasikan. Selain kakao, bantuan pengembangan tanaman pala juga telah masuk dalam program dukungan pemerintah.

Untuk menjamin bantuan tepat sasaran, Dinas Pertanian bersama para penyuluh lapangan saat ini tengah melakukan verifikasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Proses tersebut dilakukan guna memastikan setiap bantuan benar-benar diterima petani yang memenuhi syarat serta memiliki lahan yang layak dikembangkan.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun pertanian yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan. Dengan dukungan bibit, alat pertanian, serta pendampingan berkelanjutan, Kota Kendari menargetkan lahirnya kelompok-kelompok tani yang tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal*