KENDARI, Kongkritsultra.com– Sebuah kabar membanggakan datang dari Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Seorang pesepak bola muda asal Desa Wowa Tamboli, Kecamatan Samaturu, berhasil menembus seleksi nasional Akademi Garuda Yaksa yang berlangsung di Hambalang, Kabupaten Bogor.
Keikutsertaannya Muh Rendi dalam seleksi bergengsi tersebut menjadi bukti bahwa talenta sepak bola dari desa memiliki peluang yang sama untuk bersaing di panggung nasional. Dari kampung kecil di pesisir Kolaka, ia kini membawa harapan besar untuk mengukir prestasi di dunia sepak bola Indonesia.
Perjalanan Muh Rendi menuju Hambalang tidak dilalui dengan mudah. Di balik kesempatan emas itu, terdapat dukungan penuh dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Samaturu yang membiayai seluruh kebutuhan keberangkatan hingga akomodasi selama mengikuti seleksi jelas Pada Kamis (16/7/2026)
Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan generasi muda yang memiliki bakat di bidang olahraga, sekaligus memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak daerah untuk mengejar cita-cita.
“Anak-anak yang memiliki kemampuan harus diberi kesempatan. Jangan sampai bakat mereka berhenti hanya karena persoalan biaya. Kami ingin mereka bisa menunjukkan kemampuan di tingkat nasional,” ujar pendamping peserta.
Seleksi yang diikuti merupakan bagian dari proses pencarian pemain muda berbakat untuk bergabung di Akademi Garuda Yaksa, sebuah pusat pembinaan sepak bola modern yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Program tersebut dirancang untuk menjaring pemain-pemain potensial dari seluruh Indonesia agar mendapatkan pembinaan dengan sistem pelatihan berstandar internasional, didukung fasilitas olahraga modern di kawasan Hambalang.
Bagi talenta muda asal Wowa Tamboli itu, kesempatan mengikuti seleksi bukan sekadar mengejar tempat di akademi, tetapi juga menjadi langkah awal membuka jalan menuju level yang lebih tinggi, termasuk peluang memperkuat tim nasional kelompok umur di masa depan.
Keberhasilannya menembus seleksi nasional diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya di Kecamatan Samaturu maupun Sulawesi Tenggara. Bahwa mimpi besar tidak hanya lahir dari kota-kota besar, tetapi juga bisa tumbuh dari desa, selama dibarengi kerja keras, disiplin, dan dukungan dari lingkungan sekitar.
Momentum ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pemerintah dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan, sehingga semakin banyak putra-putri daerah mampu mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di tingkat nasional bahkan internasional*
