JAKARTA, Kongkritsultra.com-Di balik kemajuan sebuah bangsa, selalu ada peran besar perempuan. Namun bagi Wa Ode Suliana Kais, peran itu tidak boleh berhenti di balik layar. Sudah saatnya perempuan Indonesia berdiri di barisan depan sebagai pemimpin, penggerak ekonomi, inovator, sekaligus penentu arah kebijakan publik.

Pandangan itu lahir dari pengalaman panjangnya menggeluti dunia usaha, organisasi, hingga politik. Baginya, perempuan memiliki kapasitas yang sama dengan laki-laki untuk memimpin, hanya saja kesempatan dan ruang untuk berkembang belum sepenuhnya terbuka.

“Perempuan jangan lagi merasa cukup menjadi pendukung. Kita harus berani menjadi pengambil keputusan, karena banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan perspektif dan sentuhan perempuan,” ujarnya.

Wa Ode dikenal sebagai sosok yang aktif di berbagai bidang. Ia menjabat Direktur PT Tambang Indonesia Sejahtera, Direktur PT Iworth Global Mining Inc. Singapura, Komisaris PT Gunung Bintan, serta Owner Barbeauderm Clinic. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Dewan Penasehat Girls Squad Community, Ketua Bidang Kesetaraan Gender PP Angkatan Muda Partai Golkar, Ketua Bidang Organisasi VIII Koordinator Daerah Sulawesi Bagian Selatan DPP KNPI, serta Kompartemen Kesehatan BPP HIPMI.

Meski memiliki karier yang mapan di dunia usaha, Wa Ode memilih masuk ke dunia politik. Keputusan itu bukan karena ambisi kekuasaan, melainkan keinginannya menghadirkan perubahan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Menurutnya, banyak persoalan perempuan, anak, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi yang hanya dapat diselesaikan secara menyeluruh melalui regulasi dan kebijakan publik yang tepat.

“Gerakan sosial itu penting, tetapi perubahan yang berkelanjutan lahir dari kebijakan yang baik. Karena itu saya memilih ikut berada di ruang tempat kebijakan itu disusun,” katanya Selasa (14/7/2026)

Wa Ode meyakini kemandirian ekonomi merupakan pintu pertama menuju kesetaraan. Perempuan yang memiliki kemampuan membangun usaha dan mengelola keuangan akan lebih percaya diri dalam menentukan masa depannya.

Ia menilai keberhasilan perempuan dalam dunia usaha tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan perempuan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan UMKM nasional. Namun menurut Wa Ode, kontribusi tersebut masih harus diiringi dengan akses yang lebih luas terhadap pendidikan, teknologi, pembiayaan, serta kesempatan menduduki posisi strategis.

Ia menyoroti masih kuatnya budaya patriarki yang membuat sebagian perempuan ragu tampil sebagai pemimpin. Padahal, kemampuan kepemimpinan tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh integritas, kompetensi, dan kemauan untuk bekerja.

“Yang harus kita ubah bukan hanya sistemnya, tetapi juga cara berpikir masyarakat. Perempuan tidak meminta perlakuan istimewa, tetapi kesempatan yang adil,” tegasnya.

Melalui berbagai organisasi yang dipimpinnya, Wa Ode terus mendorong lahirnya program pemberdayaan perempuan, mulai dari pelatihan kewirausahaan, penguatan literasi digital, peningkatan kapasitas kepemimpinan, hingga pembukaan akses terhadap dunia usaha dan politik.

Ia berharap semakin banyak perempuan muda berani keluar dari zona nyaman dan tidak takut mencoba tantangan baru.

“Jangan takut gagal. Jangan menunggu sempurna. Mulailah dengan apa yang kita miliki hari ini. Keberanian mengambil langkah pertama sering kali menjadi pembeda antara mereka yang bermimpi dan mereka yang berhasil,” pesannya.

Bagi Wa Ode, Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai apabila perempuan masih ditempatkan sebagai pelengkap pembangunan. Justru, kemajuan bangsa akan lahir ketika perempuan memperoleh ruang yang sama untuk berkarya, memimpin, dan mengambil keputusan.

“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, masyarakat yang produktif, dan bangsa yang maju. Ketika perempuan tumbuh, Indonesia ikut tumbuh. Itulah investasi terbesar menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya*