KENDARI, Kongkritsultra.com- Di tengah munculnya berbagai spekulasi yang mengaitkan Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara dengan kepentingan politik, Tim Formatur KKMM Sultra akhirnya angkat bicara. Organisasi tersebut memastikan agenda yang akan digelar di Kota Kendari murni sebagai wadah mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Muna, tanpa membawa kepentingan politik praktis.

Tim Formatur KKMM Sultra, LM Rajab Jinik, mengatakan sejak awal kegiatan dirancang sebagai momentum menyatukan kembali masyarakat Muna dari berbagai daerah, lintas generasi, profesi, hingga latar belakang organisasi.

Menurutnya, semangat utama kegiatan tersebut adalah membangun kembali ikatan persaudaraan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Muna di tanah rantau.

“Silaturahmi akbar ini bukan panggung politik. Ini adalah ruang untuk mempertemukan keluarga besar masyarakat Muna agar hubungan kekeluargaan tetap terjaga,” ujar Rajab di Kendari, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, lahirnya agenda tersebut merupakan hasil komunikasi dan kesepakatan bersama sejumlah tokoh masyarakat Muna, pengurus paguyuban, serta berbagai elemen yang selama ini aktif menjaga solidaritas warga Muna di Sulawesi Tenggara.

Karena itu, Rajab menyayangkan munculnya narasi yang mencoba menggeser makna kegiatan tersebut menjadi agenda politik. Menurutnya, opini seperti itu justru berpotensi mengaburkan tujuan utama penyelenggaraan silaturahmi.

Rajab juga menepis anggapan yang menghubungkan kegiatan tersebut dengan posisi Ketua Umum KKMM Sultra, La Ode Darwin, sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara.

Ia menegaskan, kepemimpinan La Ode Darwin di KKMM diperoleh melalui mekanisme organisasi yang sah dan tidak memiliki kaitan dengan aktivitas politik partai.

“Jangan karena seseorang memiliki jabatan politik lalu seluruh kegiatan sosial dan budaya yang dipimpinnya dianggap bermuatan politik. Penilaian seperti itu tidak objektif,” katanya.

Menurut Rajab, KKMM sejak awal berdiri sebagai organisasi pemersatu masyarakat Muna tanpa membedakan pilihan politik, profesi, maupun latar belakang anggotanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu sesuai fakta. Baginya, Silaturahmi Akbar merupakan kesempatan memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya Muna, sekaligus mempererat hubungan antarsesama warga di perantauan.

“Kami berharap masyarakat datang dengan semangat persaudaraan. Jangan biarkan kegiatan yang dibangun untuk menyatukan keluarga besar Muna justru dipersepsikan berbeda karena opini-opini yang tidak berdasar,” tutup Rajab*