KENDARI, Kongkritsultra.com- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Kendari, Selasa (12/5/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung ke Posko Tanggap Darurat Bencana yang berada di kantor Dinas Sosial Kota Kendari sebagai pusat distribusi logistik bagi korban banjir.

Penyaluran bantuan dilakukan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan genangan meluas di beberapa kawasan permukiman warga dalam beberapa hari terakhir.

Dinas Kominfo Kota Kendari mengumpulkan bantuan melalui partisipasi seluruh pegawai sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Kasubag Kepegawaian Dinas Kominfo Kota Kendari, Nengciawati Rusmin mengatakan bantuan yang disalurkan terdiri dari kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, air mineral, telur, serta sejumlah perlengkapan harian lainnya.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat banjir masih berlangsung.

“Semoga bantuan yang kami salurkan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Ini adalah bentuk empati dan kebersamaan kita dalam menghadapi musibah,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan logistik, Pemerintah Kota Kendari juga terus memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan penanganan bencana berjalan maksimal, mulai dari distribusi bantuan hingga pelayanan terhadap warga terdampak.

Sementara itu, pihak Posko Tanggap Darurat Bencana Dinas Sosial Kota Kendari mengapresiasi kepedulian Dinas Kominfo Kota Kendari yang turut ambil bagian dalam membantu korban banjir.

Bantuan yang diterima selanjutnya akan didistribusikan ke sejumlah titik terdampak berdasarkan data kebutuhan warga di lapangan.

Pemerintah Kota Kendari juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, sekaligus menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas selama masa penanganan bencana berlangsung*