KENDARI, Kongkritsultra.com-Persoalan infrastruktur jalan di Sulawesi Tenggara kembali menjadi perhatian serius di tingkat pusat. Anggota DPR RI Komisi V, Ridwan Bae, memastikan sejumlah ruas jalan strategis di Sultra kini masuk dalam daftar prioritas perjuangan untuk mendapatkan dukungan anggaran nasional.
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah akses jalan di Kabupaten Buton Utara (Butur), khususnya ruas penghubung Kambowa, Matabubu hingga Ereke yang selama ini menjadi jalur vital mobilitas masyarakat.
Ridwan Bae menilai kondisi jalan tersebut tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut karena memiliki peran penting terhadap konektivitas antarwilayah, termasuk jalur aktivitas ekonomi masyarakat menuju Kota Baubau.
“Jalan di Butur itu sudah masuk catatan prioritas yang kami perjuangkan. Jalur itu sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat,” ujar Ridwan Bae, Minggu (17/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan strategis bersama Gubernur Sulawesi Tenggara dan sejumlah pihak terkait yang membahas percepatan pembangunan infrastruktur daerah.
Dalam forum tersebut, berbagai usulan ruas jalan prioritas dari kabupaten/kota di Sultra diserahkan untuk diperjuangkan melalui dukungan pemerintah pusat, termasuk lewat skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Selain ruas Kambowa-Ereke di Buton Utara, jalur Lalembu yang menghubungkan kawasan Konawe Selatan dan Kolaka Timur juga masuk dalam daftar prioritas penanganan.
Ruas Lalembu selama ini kerap dikeluhkan masyarakat karena menjadi jalur penghubung aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, hingga mobilitas warga antarwilayah.
Ridwan Bae menegaskan, perjuangan infrastruktur di Sultra bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi menyangkut denyut ekonomi masyarakat di daerah.
Menurutnya, akses jalan yang baik akan membuka konektivitas kawasan, mempercepat distribusi barang dan jasa, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan wilayah pinggiran.
“Kalau jalannya bagus, aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak. Itu sebabnya kami terus mendorong agar Sultra mendapat perhatian serius dalam program pembangunan nasional,” katanya.
Masyarakat di sejumlah wilayah pun kini menaruh harapan besar terhadap realisasi anggaran IJD dari pemerintah pusat. Sebab, program tersebut dianggap menjadi solusi percepatan pembangunan jalan daerah yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran daerah.
Di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas antarwilayah di Sultra, perbaikan jalan dinilai menjadi salah satu pekerjaan rumah paling mendesak yang harus segera direalisasikan agar aktivitas masyarakat tidak lagi terhambat akibat kerusakan infrastruktur*
