KENDARI, Kongkritsultra.com- KRI Bung Hatta-370 bersiap menjalankan misi kemanusiaan ke wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi kuat mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu (15/8/2026).
Kapal yang merupakan unsur Bawah Kendali Operasi (BKO) Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada II itu saat ini berada di Dermaga Lanal Kendari untuk persiapan pemberangkatan.
Gempa utama mengguncang wilayah utara Flores pada Sabtu pagi. Berdasarkan pemutakhiran BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer dan berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo.
Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur dan daerah sekitarnya. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum mengakhirinya pada pagi hari setelah pemantauan menunjukkan kondisi yang tidak lagi membahayakan.
Yang membuat situasi belum sepenuhnya tenang adalah aktivitas gempa susulan.
BMKG mencatat sedikitnya 235 gempa susulan hingga Sabtu pukul 14.00 WIB, dengan magnitudo antara 2,5 hingga 6,2. Aktivitas tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam setiap operasi kemanusiaan di wilayah terdampak.
Di tengah kondisi itu, KRI Bung Hatta-370 dipersiapkan untuk membawa dukungan yang dibutuhkan masyarakat terdampak.
Bantuan yang disiapkan mencakup logistik, perlengkapan medis hingga personel penyelamat. Pengiriman melalui unsur kapal perang diharapkan dapat memperkuat distribusi bantuan menuju wilayah yang membutuhkan penanganan segera.
Bagi TNI Angkatan Laut, misi tersebut bukan sekadar pengiriman logistik.
Ada persoalan akses yang harus dijawab.
Ada kebutuhan masyarakat yang tidak bisa menunggu terlalu lama.
Dan ada kondisi lapangan yang menuntut koordinasi antarlembaga sejak awal.
Danguskamla Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Edy Setyawan, S.E., menyampaikan bahwa pengerahan KRI Bung Hatta-370 merupakan bentuk respons cepat dan kepedulian TNI AL terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Ia meminta seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mengutamakan keselamatan selama operasi.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, utamakan keselamatan, serta tunjukkan semangat pengabdian dan kepedulian TNI AL kepada masyarakat,” pesannya.
Misi tersebut nantinya tidak berjalan sendiri.
KRI Bung Hatta-370 akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB dan BPBD, Basarnas, unsur TNI-Polri serta lembaga terkait lainnya.
Koordinasi menjadi penting agar bantuan yang dibawa benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
Sebab, dalam situasi pascabencana, tantangannya bukan hanya membawa bantuan dari satu tempat ke tempat lain. Bantuan juga harus tiba di lokasi yang tepat, diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dan didistribusikan secara efektif.
KRI Bung Hatta-370 disiapkan untuk mengambil bagian dalam rantai kemanusiaan tersebut.
Kapal perang yang biasanya menjalankan tugas pertahanan dan keamanan laut, kali ini membawa misi yang berbeda.
Bukan menghadapi ancaman bersenjata, tetapi membantu masyarakat menghadapi bencana.
Misi itu sekaligus mencerminkan peran TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya membantu penanggulangan bencana alam.
Dari Kendari, persiapan misi kemanusiaan itu kini dilakukan.
Tujuannya satu: mempercepat kehadiran bantuan bagi masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak gempa.
Melalui semangat Jalesveva Jayamahe, Guskamla Koarmada II menegaskan komitmennya untuk hadir dalam situasi darurat dan memberikan dukungan terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara*
