KENDARI, Kongkritsultra.com- KRI Bung Hatta-370 bertolak dari Dermaga Murhum Lanal Kendari, Kodaeral VI, Ahad (16/8/2026). Kapal perang TNI Angkatan Laut tersebut membawa bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengerahan KRI Bung Hatta-370 menjadi bagian dari respons kemanusiaan TNI AL dalam mendukung penanganan bencana. Jalur laut dimanfaatkan untuk mengangkut bantuan dalam jumlah besar menuju wilayah yang membutuhkan dukungan logistik.
KRI Bung Hatta-370 berada di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada II. Dalam misi tersebut, unsur Guskamla Koarmada II bersinergi dengan Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari dalam proses penyiapan dan pemberangkatan bantuan.
Logistik yang dibawa terdiri atas berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Bantuan tersebut antara lain beras, mi instan, minyak goreng, air mineral, sarden, gula pasir, teh, kopi, susu, kecap dan saus.
Kebutuhan tersebut diprioritaskan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat.
Komandan Guskamla Koarmada II menyampaikan bahwa pengerahan KRI Bung Hatta-370 merupakan langkah untuk mempercepat mobilisasi bantuan menuju wilayah terdampak bencana.
Pemanfaatan unsur kapal perang dalam misi kemanusiaan juga menjadi bagian dari dukungan TNI AL terhadap pemerintah dalam penanggulangan bencana.
Dalam konteks tugas TNI, kegiatan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu penanggulangan bencana alam dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.
Bencana tidak hanya menghadirkan persoalan keselamatan, tetapi juga kebutuhan logistik yang harus segera dipenuhi. Karena itu, kecepatan distribusi menjadi salah satu faktor penting dalam masa tanggap darurat.
Kehadiran KRI Bung Hatta-370 diharapkan dapat memperkuat rantai distribusi bantuan sekaligus memastikan logistik yang dikirim dari Kendari dapat diteruskan menuju masyarakat yang membutuhkan.
Sinergi antara Guskamla Koarmada II dan Lanal Kendari menjadi bagian penting dari proses tersebut. Mulai dari penyiapan bantuan, pemuatan logistik hingga pemberangkatan dilakukan sebagai satu rangkaian misi kemanusiaan.
Kapal perang yang biasanya identik dengan tugas pertahanan dan keamanan laut, dalam misi ini menjalankan fungsi yang berbeda.
KRI Bung Hatta-370 membawa bahan pangan, bukan persenjataan. Tujuannya bukan menghadapi lawan, melainkan membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
Dari Kendari, misi kemanusiaan itu kini bergerak menuju NTT.
Bantuan tersebut diharapkan dapat segera diterima masyarakat terdampak dan membantu memenuhi kebutuhan dasar selama proses pemulihan berlangsung.
Bagi masyarakat yang berada di tengah situasi bencana, bantuan pangan bukan sekadar barang yang dikirim dari satu daerah ke daerah lain. Bantuan itu menjadi bentuk kehadiran negara ketika warga sedang berada dalam kondisi paling membutuhkan*
