KENDARI, Kongkritsultra.com- Pemerintah Kota Kendari tengah menyiapkan satu layanan yang selama ini akrab digunakan warga untuk naik kelas ke panggung nasional.

Layanan Call Center 112, yang menjadi pusat penerimaan laporan dan kondisi darurat masyarakat, kini diproyeksikan menjadi inovasi unggulan Kota Kendari dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah dan Innovative Government Award (IGA) 2026.

Ajang yang digelar Kementerian Dalam Negeri serta sejumlah lembaga nasional itu menjadi arena bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan terobosan pelayanan publik yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan layanan 112 dipilih karena telah berkembang menjadi sistem pelayanan terpadu yang tidak hanya menerima laporan warga, tetapi juga terhubung dengan berbagai perangkat pendukung.

Menurutnya, pengembangan layanan tersebut merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Kendari di bawah kepemimpinan Wali Kota Siska Karina Imran.

“Saat ini layanan Call Center 112 sudah terintegrasi dengan Command Center dan juga terhubung dengan jaringan CCTV yang tersebar di berbagai titik Kota Kendari,” ujar Sahuriyanto.

Ia menjelaskan, kehadiran layanan ini lahir dari kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun harus mengingat banyak nomor pengaduan berbeda untuk setiap jenis layanan.

Dalam kondisi darurat, masyarakat sering kebingungan harus menghubungi instansi mana terlebih dahulu.

Melalui sistem 112, seluruh laporan kini dikonsolidasikan dalam satu pintu sebelum diteruskan kepada instansi yang berwenang menangani.

Mulai dari persoalan kesehatan, kebakaran, gangguan ketertiban umum, bencana, hingga berbagai keluhan layanan publik lainnya dapat dilaporkan melalui nomor yang sama.

Keunggulan lain dari layanan tersebut adalah akses yang tidak dipungut biaya, beroperasi selama 24 jam penuh, dan dapat dihubungi menggunakan seluruh operator telekomunikasi.

Menurut Sahuriyanto, konsep pelayanan terpadu ini menjadi salah satu alasan mengapa Pemkot Kendari optimistis layanan tersebut memiliki daya saing dalam kompetisi inovasi tingkat nasional.

Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, pengembangan Call Center 112 diarahkan untuk mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.

Setiap laporan yang masuk dapat dipantau secara digital, diteruskan kepada instansi terkait, hingga dipantau proses penyelesaiannya.

Pemerintah Kota Kendari berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh pelayanan publik yang sederhana, mudah diakses, namun memiliki dampak besar terhadap kualitas layanan pemerintah.

“Kami berharap Call Center 112 dapat memberikan kebanggaan bagi masyarakat Kota Kendari dan mampu bersaing dalam penilaian inovasi tingkat nasional tahun ini,” kata Sahuriyanto.

Bagi Pemkot Kendari, keberhasilan inovasi bukan hanya diukur dari penghargaan yang diraih, melainkan dari seberapa cepat pemerintah hadir saat masyarakat membutuhkan bantuan. Dalam hal itu, nomor 112 kini menjadi salah satu wajah pelayanan publik Kota Kendari*