KENDARI, Kongkritsultra.com- Isu dugaan pemotongan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas Nambo, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, akhirnya diklarifikasi langsung oleh Kepala Puskesmas Nambo, Irmawati Nurdin, SKM.

Dalam keterangannya, Irmawati dengan tegas membantah adanya praktik pungutan liar (pungli) maupun pemotongan dana hak petugas kesehatan sebagaimana yang sempat diberitakan. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan mekanisme pengelolaan anggaran yang berjalan di Puskesmas Nambo.

“Saya tidak pernah mengarahkan atau menginstruksikan hal seperti itu. Bahkan saya pribadi tidak pernah memegang anggaran tersebut sepeser pun,” ujar Irmawati saat memberikan keterangan pers, Minggu (31/5/2026).

Irmawati menjelaskan bahwa pengelolaan Dana BOK di Puskesmas Nambo dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku dengan sistem non-tunai. Seluruh dana operasional maupun perjalanan dinas yang bersumber dari BOK disalurkan langsung melalui transfer ke rekening masing-masing petugas kesehatan yang berhak menerima.

Dengan sistem tersebut, menurutnya, tidak ada ruang bagi pihak mana pun untuk melakukan pemotongan atau pengurangan dana secara sepihak. Proses pencairan juga tidak berada di tangan kepala puskesmas secara pribadi, melainkan mengikuti mekanisme administrasi yang telah ditetapkan.

Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat merugikan tenaga kesehatan maupun institusi pelayanan publik.

Di akhir pernyataannya, Irmawati menegaskan komitmen Puskesmas Nambo untuk terus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara, khususnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat*