KENDARI, Kongkritsultra.com- Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Jumat siang, mendadak terasa lebih hidup dari biasanya. Sejumlah pejabat dari dua daerah tampak duduk saling berhadapan. Senyum mengembang. Jabat tangan bersambung. Kamera ponsel sesekali menyala menangkap momen penting itu.

Di ruangan itulah Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama perdagangan komoditas unggulan antar daerah.

Kerja sama ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Ada pesan besar yang ingin dibangun. Tentang bagaimana dua daerah di Pulau Sulawesi mulai menyusun kekuatan baru melalui jalur pangan dan perdagangan.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Sidrap dipimpin langsung Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif. Ia hadir bersama Wakil Bupati, unsur pimpinan DPRD, Forkopimda, hingga kepala OPD. Kehadiran rombongan besar dari Bumi Nene Mallomo itu disambut langsung oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran bersama jajaran Pemerintah Kota Kendari.

Suasana pertemuan berlangsung hangat. Tidak terlalu kaku seperti forum birokrasi pada umumnya. Sesekali terdengar canda kecil. Namun substansi yang dibahas cukup serius.

Kota Kendari selama ini dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Sulawesi Tenggara. Aktivitas perdagangan bergerak cepat. Kebutuhan pangan masyarakat pun terus meningkat dari tahun ke tahun.

Di sisi lain, Sidrap telah lama dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Kabupaten di Sulawesi Selatan itu memiliki kekuatan besar pada sektor pertanian dan peternakan. Produksi beras, telur, hingga berbagai hasil pangan lainnya selama ini menjadi penopang penting bagi sejumlah daerah di Indonesia Timur.

Karena itu, kerja sama ini dianggap sebagai langkah strategis yang saling menguntungkan.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan apresiasi atas potensi besar yang dimiliki Kabupaten Sidrap. Menurutnya, daerah tersebut sudah sangat dikenal sebagai sentra pangan yang mampu menjaga stabilitas komoditas.

Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga ketersediaan bahan pangan di Kota Kendari, terutama di tengah tantangan ekonomi dan perubahan cuaca yang sering memengaruhi distribusi komoditas.

“Kami melihat Sidrap sebagai daerah yang memiliki kapasitas besar dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat Kendari,” ujarnya Jumat (29/5/2026)

Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa kolaborasi antar daerah menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi kawasan. Menurutnya, daerah tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri jika ingin tumbuh lebih cepat.

Ia juga menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari semangat membangun konektivitas ekonomi antarwilayah di Sulawesi.

Bagi Syaharuddin, hasil pertanian dan peternakan tidak cukup hanya diproduksi dalam jumlah besar. Yang lebih penting adalah memastikan distribusinya berjalan lancar hingga ke masyarakat yang membutuhkan.

MoU tersebut diharapkan menjadi pintu pembuka bagi kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. Tidak hanya soal perdagangan beras atau telur, tetapi juga pengembangan investasi, hilirisasi pangan, hingga penguatan jaringan distribusi antar daerah.

Pertemuan itu akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama. Namun pesan yang tertinggal jauh lebih besar dari sekadar dokumentasi seremonial.

Dari Kendari dan Sidrap, sebuah jalur baru sedang dibangun. Jalur yang tidak berbicara tentang batas wilayah, melainkan tentang saling menguatkan demi ketahanan pangan dan masa depan ekonomi daerah*