KENDARI, Kongkritsultrs.com- Denyut arus mudik Iduladha 2026 mulai terasa di jalur penyeberangan Sulawesi Tenggara. Aktivitas di Pelabuhan Amolengo, Kabupaten Konawe Selatan, menuju Pelabuhan Labuan mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan dan penumpang beberapa hari jelang hari raya.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, UPTD Pelabuhan Penyeberangan Amolengo–Labuan di bawah Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara mengambil langkah cepat dengan menambah frekuensi pelayaran dari lima trip reguler menjadi delapan trip per hari.
Kebijakan ini mulai diberlakukan sejak H-3 Iduladha sebagai bagian dari strategi “traffic management” untuk mencegah penumpukan antrean kendaraan di area pelabuhan.
Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Amolengo dan Labuan, Idham Halid, mengatakan peningkatan arus penumpang memang tidak sebesar momentum Idulfitri. Namun, pemerintah tetap melakukan langkah antisipatif agar pelayanan transportasi laut tetap berjalan lancar dan aman.
“Sejak H-3 Iduladha kami sudah menambah jadwal penyeberangan dari lima menjadi delapan trip per hari,” ujar Idham, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, lonjakan mulai terlihat dari meningkatnya jumlah kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak menyeberang. Situasi itu membuat pengelola pelabuhan harus menerapkan pola operasi yang lebih fleksibel berdasarkan kondisi riil di lapangan.
“Kemarin setelah delapan trip masih ada antrean kendaraan yang tersisa. Karena itu hari ini kami siapkan tambahan trip sejak pagi untuk mengurai kepadatan,” katanya.
Dalam skema pelayanan saat ini, jadwal reguler penyeberangan tetap berjalan pada pukul 08.00, 10.00, 12.00, 14.00, dan 16.00 WITA. Sementara trip tambahan disisipkan di antara jadwal utama, bahkan dimulai lebih awal sekitar pukul 05.30 WITA menyesuaikan panjang antrean.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang hari raya, pelabuhan kini menjadi salah satu titik paling vital dalam menjaga stabilitas arus transportasi antarwilayah. Sedikit saja terjadi keterlambatan distribusi atau penumpukan kendaraan, efek dominonya bisa langsung terasa terhadap aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.
Karena itu, seluruh petugas pelabuhan diminta tetap bersiaga penuh selama masa libur Iduladha. Pengawasan terhadap proses naik-turun kendaraan, keamanan penumpang, hingga pengaturan antrean diperketat guna mencegah potensi gangguan pelayanan.
Idham juga mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin selama melakukan perjalanan mudik. Penumpang diminta membeli tiket melalui loket resmi dan tidak menggunakan jasa calo yang kerap muncul saat arus penyeberangan meningkat.
Selain itu, pengguna kendaraan juga diimbau memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum menyeberang.
“Periksa fungsi rem, lampu, dan kondisi kendaraan sebelum berangkat. Jaga juga kesehatan selama perjalanan agar selamat sampai tujuan,” imbaunya.
Di Sulawesi Tenggara, jalur Amolengo–Labuan memang menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat, terutama saat momentum hari besar keagamaan. Karena itu, peningkatan trip penyeberangan bukan sekadar soal transportasi, tetapi bagian dari menjaga ritme pergerakan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah kepulauan dan pesisir*
