KENDARI, Kongkritsultra.com- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-195 Kota Kendari sekaligus menyambut perhelatan internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), Pemerintah Kota Kendari menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan wisata Pantai Nambo. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda ekonomi kerakyatan, tetapi juga bagian dari strategi “city branding” yang menggabungkan aspek sosial, pariwisata, dan diplomasi daerah.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, serta disambut oleh Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bersama jajaran pemerintah daerah. Kehadiran pejabat pusat ini mempertegas posisi Kendari sebagai daerah yang mulai diperhitungkan dalam peta pembangunan nasional dan kerja sama internasional.

Dalam kunjungan tersebut, Wamendagri menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama di momentum perayaan daerah yang melibatkan aktivitas ekonomi masyarakat dalam skala besar. Menurutnya, ketahanan pangan daerah merupakan bagian penting dari “economic resilience” yang harus terus diperkuat.

Kehadiran Wamendagri juga menjadi sorotan karena tidak hanya meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, tetapi juga menikmati kuliner khas daerah yang disajikan oleh pelaku UMKM lokal. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bentuk “cultural immersion”, di mana pejabat pusat dapat melihat langsung potensi ekonomi kreatif berbasis kuliner daerah.

Ia menilai kuliner Kendari memiliki nilai autentik yang kuat dengan cita rasa khas berbasis rempah lokal. Hal ini, menurutnya, merupakan modal penting dalam pengembangan “gastronomy tourism” yang dapat mendukung sektor pariwisata daerah.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran yang turut mendampingi peninjauan menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Di tengah fluktuasi harga bahan pokok, program ini menjadi instrumen penting untuk memastikan akses pangan tetap terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah ini adalah bentuk kehadiran negara untuk meringankan beban masyarakat, sekaligus memeriahkan HUT Kota kita tercinta dan menyukseskan agenda UCLG ASPAC di Kendari,” ujar Siska di sela kegiatan, Sabtu (9/6/2026).

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi hari. Warga memadati area Pantai Nambo untuk mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan berbagai bahan dapur lainnya dengan harga di bawah pasar. Fenomena ini menunjukkan tingginya respons publik terhadap program stabilisasi harga yang digagas pemerintah daerah.

Dari perspektif pembangunan, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai intervensi pasar jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari “public policy implementation” yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah Kota Kendari berupaya mengintegrasikan kebijakan ekonomi dengan pendekatan sosial yang lebih inklusif.

Pemilihan Pantai Nambo sebagai lokasi kegiatan juga memiliki nilai strategis. Selain sebagai pusat kegiatan ekonomi sementara, kawasan ini sekaligus menjadi etalase wisata yang memperkenalkan potensi Kendari kepada tamu-tamu internasional UCLG ASPAC. Dalam konteks “destination marketing”, perpaduan antara event ekonomi dan wisata menjadi bentuk promosi daerah yang efektif.

Melalui momentum HUT Kota Kendari dan pelaksanaan forum internasional ini, pemerintah daerah berharap terjadi akselerasi ekonomi lokal, khususnya pada sektor UMKM, pariwisata, dan perdagangan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan terhadap kesejahteraan warga.

Kendari kini tidak hanya menampilkan diri sebagai ibu kota provinsi, tetapi juga mulai membangun identitas baru sebagai kota event internasional, pusat ekonomi inklusif, serta simpul pertemuan antara diplomasi daerah dan pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat*