KENDARI, Kongkritsultra.com- Jangan coba-coba main kucing-kucingan soal keselamatan. Menjelang arus mudik Lebaran 2026 (1447 H), jajaran Polda Sulawesi Tenggara tancap gas melakukan rampcheck di Terminal Tipe A Puuwatu, Selasa (24/2/2026).
Yang turun langsung bukan orang sembarangan. Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara, Kombes Pol. Dr. Argowiyono, memimpin sendiri pemeriksaan armada angkutan umum. Pesannya tegas: keselamatan penumpang bukan formalitas, tapi harga mati.
Sejak pukul 09.00 WITA, satu per satu bus dan kendaraan angkutan diperiksa. Bukan sekadar cek surat-surat. Tim menyisir kondisi teknis: rem, lampu, ban, hingga perlengkapan darurat. Kalau ada yang tak laik jalan? Siap-siap diparkir.
“Kami ingin memastikan seluruh kendaraan yang mengangkut masyarakat benar-benar siap operasi. Jangan sampai ada bus ‘nekat jalan’ tapi membahayakan penumpang,” tegas Argowiyono di sela kegiatan.
Momentum ini krusial. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, arus mudik selalu jadi periode rawan. Volume kendaraan melonjak, sopir kelelahan, armada dipaksa kerja ekstra. Kalau pengawasan longgar, potensi kecelakaan ikut naik. Karena itu, rampcheck digelar lebih awal. Istilahnya, jangan tunggu kejadian baru panik.
Aksi ini bukan kerja solo. Dinas Perhubungan Provinsi dan Kota Kendari ikut turun tangan.
Begitu juga PT Jasa Raharja Sultra. Kolaborasi lintas sektor ini jadi kunci mewujudkan Kamseltibcarlantas, keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas—yang bukan cuma slogan tempel spanduk.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra Dr. Muh. Rajulan, Kepala Jasa Raharja Sultra Nur Akbar, Kabid Lalin Dishub Kota Kendari Ferdy Pidani, hingga jajaran Ditlantas turut memantau langsung proses pemeriksaan. Semua sepakat: mudik aman bukan kebetulan, tapi hasil kerja serius.
Dir Lantas juga mengingatkan para pengusaha angkutan agar tidak “kejar setoran” dengan mengorbankan keselamatan. Rutin servis kendaraan dan disiplin aturan lalu lintas adalah kewajiban, bukan pilihan.
Lebaran selalu identik dengan euforia pulang kampung. Tapi di balik itu, ada tanggung jawab besar. Rampcheck di Puuwatu ini menjadi sinyal bahwa aparat tak ingin kecolongan. Targetnya jelas: tekan angka kecelakaan, wujudkan mudik aman dan nyaman bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Karena pada akhirnya, yang dicari pemudik bukan sekadar sampai tujuan—tapi sampai dengan selamat*

