KOLAKA, Kongkritsultra.com-Tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Tenggara memicu keprihatinan serius dari berbagai kalangan. Panglima Pasukan Adat Tamalaki dari Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga, Irfan Konggoasa, secara tegas menyoroti kondisi tersebut dan menyerukan langkah nyata untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.
Berdasarkan data terbaru, Sultra disebut berada pada posisi yang mengkhawatirkan dalam statistik penggunaan narkoba nasional. Menanggapi hal itu, Irfan mengimbau seluruh generasi muda di Bumi Anoa agar tidak sekali-kali mendekati barang terlarang tersebut.
“Ini adalah peringatan serius bagi kita semua. Generasi muda adalah tulang punggung masa depan daerah kita, khususnya di wilayah adat Konawe dan Mekongga. Jangan biarkan masa depan itu hancur karena narkoba,” tegas Irfan dalam rilisnya Minggu (29/3/2026).
Sinergi Tokoh Adat dan Agama
Irfan menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama tokoh adat dan tokoh agama, untuk bersatu memberikan pengawasan serta pembinaan kepada generasi muda.
Menurutnya, pendekatan nilai budaya dan spiritualitas merupakan benteng terkuat dalam menangkal pengaruh negatif lingkungan. Ia pun menyoroti beberapa langkah penting, antara lain:
1. Peningkatan Pengawasan – Memperketat pemantauan terhadap pergaulan pemuda di lingkungan masing-masing.
2. Pembinaan Berkelanjutan – Menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang menjunjung kedisiplinan dan kehormatan.
3. Kolaborasi Lintas Sektor – Membangun komunikasi intens antara lembaga adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah.
Panglima Tamalaki tersebut menegaskan bahwa memerangi narkoba merupakan tugas bersama demi menjaga keberlangsungan generasi di Sulawesi Tenggara.
Ia berharap wilayah Konawe dan Mekongga dapat menjadi zona yang bersih dari peredaran gelap narkotika.
“Memerangi narkoba adalah jihad kita bersama. Kita harus berjalan beriringan untuk memastikan anak-anak cucu kita tumbuh di lingkungan yang sehat dan berintegritas,” pungkasnya*

