KENDARI, Kongkritpost.com- Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sultra melakukan peninjauan langsung ke destinasi wisata pemandian Batu Gong yang berada tidak jauh dari pusat Kota Kendari.
Peninjauan tersebut dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, Ridwan Badallah, sebagai bagian dari upaya kolaboratif dalam mengoptimalkan pengelolaan destinasi wisata daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ridwan Badallah mengatakan, kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat langsung kondisi aset daerah yang berada di kawasan Batu Gong, sekaligus mengevaluasi sarana dan prasarana pendukung wisata.
“Bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe, Perumda Sultra, serta pemerintah kecamatan, kami meninjau langsung lokasi wisata Batu Gong. Kami ingin memastikan pengelolaannya bisa lebih optimal dan berkelanjutan,” kata Ridwan Minggu (1/2/2026)
Berdasarkan hasil tinjauan, lanjut Ridwan, kawasan wisata Batu Gong masih memerlukan penataan, khususnya pada kebersihan lingkungan dan pemanfaatan aset daerah berstatus Hak Pengelolaan Lahan (HPL).
“Kondisi di lapangan masih ditemukan rumput liar dan tumpukan sampah yang dapat mengganggu pemandangan. Karena itu, kami langsung menggerakkan pegawai untuk melakukan pembersihan agar kawasan ini lebih tertata dan nyaman,” ujarnya.
Selain pembersihan, Dispar Sultra juga berencana mengembangkan kawasan Batu Gong dengan konsep wisata terpadu, termasuk pembangunan vila wisata. Batu Gong memiliki keunggulan akses dengan tiga pintu masuk yang melalui Kecamatan Lalonggasumeeto dan Kecamatan Kapoiala.
Menurut Ridwan, pengembangan Batu Gong akan diintegrasikan dengan destinasi unggulan lain di Sulawesi Tenggara, seperti Toronipa, Bokori, Labengki, Taipa, kawasan water sport Kota Kendari, hingga Taman Ria.
“Pengembangan pariwisata ke depan tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan pemasaran melalui event dan media, peningkatan kualitas SDM, serta pemberdayaan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Kunjungan tersebut juga bertujuan memastikan standar pelayanan dan keamanan objek wisata, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan perbaikan untuk mendukung potensi pariwisata lokal.
Pemprov Sultra berharap pengembangan wisata Batu Gong dapat meningkatkan daya tarik wisatawan serta memberikan kontribusi nyata terhadap PAD dan pertumbuhan ekonomi daerah*

