KENDARI, Kongkritsultra.com-Kawasan pelabuhan di Kota Kendari mulai menunjukkan arah perubahan menuju sistem transportasi yang lebih tertib dan profesional. Langkah awal itu ditandai dengan pelaksanaan Rapat Tahunan Perdana Asosiasi Driver Pelabuhan Kendari (ADPK), yang menjadi momentum penting konsolidasi para sopir sekaligus penataan aktivitas angkutan di area pelabuhan.

Rapat tersebut dihadiri Ketua ADPK Hasidin, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Kendari Iptu Tujianto Sujudi, serta Kepala UPTD Pelabuhan Ferry Kendari, Rudy. Pertemuan ini memperlihatkan komitmen bersama untuk menghapus citra lama pelabuhan yang kerap dikaitkan dengan suasana keras dan kurang tertib.

Hasidin menjelaskan, ADPK saat ini menaungi sekitar 208 driver yang beroperasi di sejumlah titik, mulai dari Pelabuhan Ferry, Nusantara, hingga Pelabuhan Wanci. Ia menegaskan bahwa organisasi tersebut telah memiliki legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan HAM.

Menurutnya, kehadiran wadah resmi menjadi langkah penting untuk menciptakan suasana kerja yang lebih tertib dan kondusif.

“Selama ini teman-teman sudah lama beraktivitas mencari penumpang, namun belum ada aturan yang mengikat. Dengan organisasi ini, kita ingin wilayah pelabuhan menjadi lebih aman dan nyaman,” ujar Hasidin, Minggu (5/4/2026).

Hal senada disampaikan Kepala UPTD Pelabuhan Ferry Kendari, Rudy. Ia menilai ADPK akan mempermudah koordinasi antara pengelola pelabuhan dan para driver.

“Dengan adanya pengurus resmi, komunikasi menjadi satu pintu. Penyampaian aturan maupun aspirasi bisa lebih cepat dan efektif,” katanya.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Kendari, Iptu Tujianto Sujudi, menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pelabuhan.

Ia mengingatkan bahwa stigma lama yang melekat pada kawasan pelabuhan harus segera diubah.

“Pelabuhan harus tampil lebih elegan, lebih soft, dan mengedepankan kekeluargaan. Cara-cara brutal sudah tidak relevan lagi. Pengguna jasa harus merasa aman dan terlindungi,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, keberadaan organisasi yang terstruktur memungkinkan setiap potensi konflik di lapangan diselesaikan secara musyawarah dan profesional.

Masalah kemacetan di pintu masuk pelabuhan turut menjadi pembahasan penting. Selama ini, kepadatan terjadi akibat driver dan penumpang yang tidak terkoordinasi dengan baik, bahkan kerap mencari kendaraan di luar area terminal.

Melalui ADPK, para driver berkomitmen untuk beroperasi sesuai titik yang telah ditentukan di dalam area pelabuhan. Penataan ini diharapkan mampu mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang yang baru tiba.

Rapat perdana ADPK menjadi awal perubahan pola kerja para driver yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri. Kini mereka bersatu dalam organisasi yang memiliki aturan jelas dan perlindungan hukum.

“Masyarakat akan menilai organisasi kita. Kita ingin maju bersama, mencari rezeki yang berkah, dan tetap menjaga keamanan,” pungkas Iptu Tujianto.

Dengan sinergi antara ADPK, kepolisian, dan pihak pengelola pelabuhan, kawasan Pelabuhan Kendari diharapkan berkembang menjadi gerbang ekonomi Sulawesi Tenggara yang lebih tertib, humanis, dan profesional*