KENDARI, Kongkritsultra.com- Dugaan permainan proyek kembali mencuat di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Kendari, Kelurahan Sodooha kecamatan kendari Barat, Proyek rehabilitasi galangan dock kapal yang semestinya menjadi fasilitas penting bagi nelayan, kini justru terbengkalai tanpa kejelasan. Lokasi pekerjaan terlihat kosong, tak ada aktivitas, bahkan papan proyek pun tidak ditemukan.

Informasi diperoleh dari salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Ia menyampaikan bahwa pembangunan galangan dock kapal di bawah kewenangan UPTD Balai Pelayanan Jasa Dock dan Perbengkelan Kapal Perikanan (UPTD BPJDP-KP) Provinsi Sulawesi Tenggara diduga mangkrak sejak awal pelaksanaan.

Saat awak media melakukan pengecekan langsung, kondisi di lapangan menguatkan dugaan tersebut. Area proyek tidak menunjukkan tanda-tanda pengerjaan. Tidak ada pekerja, tidak ada material, dan tidak ada papan proyek sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran.

Kepala UPTD BPJDP-KP Sultra, Zainal Abidin, S.Sos, ketika dikonfirmasi, menegaskan bahwa proyek itu bukan berada dalam kewenangan UPTD.

“Tanya ke Plt Kepala Dinas Perikanan Provinsi. Tidak ada kaitannya dengan saya. Kalau pun nanti sudah jadi, kami hanya menggunakan. Soal selesai atau tidak selesai, itu urusan dinas,” ujar Zainal Pada Jumat (14/11/2025)

Ia juga menyebut anggaran proyek sekitar Rp240 juta dan dikerjakan secara swakelola, namun kembali menegaskan bahwa seluruh pertanggungjawaban berada di Dinas Perikanan Provinsi Sultra.

Proyek yang dianggarkan pada tahun 2025 itu kini hanya menyisakan bangunan tanpa fungsi. Fasilitas yang seharusnya mendukung nelayan untuk docking dan perbaikan kapal justru tidak dapat digunakan.

Sumber warga menilai kondisi ini janggal dan kuat dugaan ada permainan anggaran atau setidaknya mismanagement proyek yang mencederai kepentingan publik.

Upaya klarifikasi dilakukan ke Dinas Perikanan Provinsi Sultra. Namun staf yang ditemui menyebut kepala dinas tidak dapat ditemui karena sedang rapat. Tidak ada pejabat lain yang bersedia memberikan keterangan, meski pemberitaan ini menyangkut pelayanan publik dan penggunaan anggaran negara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Perikanan Sultra mengenai alasan keterlambatan pekerjaan, kendala pelaksanaan, ataupun target penyelesaian proyek(Man)