KENDARI, Kongkritsultra.com- Menjelang perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru 2026, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tenggara mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi provokasi yang dapat merusak harmoni sosial dan kehidupan beragama.

Momentum akhir tahun, menurut FKUB, kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menyebarkan pesan bernada kebencian, baik melalui percakapan langsung maupun ruang digital. Jika tidak disikapi secara bijak, narasi semacam itu berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat dan merusak bangunan toleransi yang selama ini terjaga di Sulawesi Tenggara.

Ketua FKUB Sultra, Drs. KH. Muslim, M.Si, menegaskan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki modal sosial yang kuat berupa kedewasaan umat dalam menyikapi perbedaan keyakinan. Kondisi tersebut, kata dia, harus dijaga agar perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan penuh rasa aman dan saling menghormati ujar Selasa (23/12/2025)

“Keberagaman iman dan budaya bukan sumber konflik, melainkan kekayaan yang membentuk jati diri daerah ini. Yang diperlukan adalah kesadaran bersama untuk saling menghargai, terutama saat saudara-saudara kita menjalankan ibadah,” ujarnya.

Ia menilai, Natal dan Tahun Baru semestinya dimaknai sebagai ruang memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial, bukan dijadikan celah untuk memperbesar perbedaan atau mempertajam sekat-sekat identitas.

FKUB juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab individu dalam menjaga suasana damai, termasuk dalam bertutur kata dan bersikap di ruang publik maupun media sosial. Menurut KH. Muslim, banyak persoalan sosial bermula dari kata-kata yang diucapkan tanpa empati dan disebarluaskan tanpa pertimbangan.

“Kedamaian tidak lahir dari seruan besar, tetapi dari sikap sederhana: menahan diri, menghormati orang lain, dan menolak provokasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, FKUB menekankan bahwa menjaga keamanan perayaan keagamaan bukan hanya tugas aparat, melainkan kewajiban moral seluruh warga. Setiap bentuk pembiaran terhadap ujaran kebencian dinilai sama berbahayanya dengan tindakan provokatif itu sendiri.

Dalam konteks ini, FKUB Sultra secara khusus mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta aktif menolak narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

Menutup pernyataannya, FKUB mengajak para tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat untuk merawat harmoni sosial secara bersama-sama, agar perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 benar-benar berlangsung dalam suasana aman, rukun, dan penuh harapan bagi Sulawesi Tenggara.(*)