KENDARI, Kongkrotsultra.com- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bergerak cepat mempercepat program pembangunan perumahan bagi masyarakat. Upaya itu diperkuat dengan kunjungan kerja Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah, yang disambut langsung Gubernur Sultra Andi Sumangerukka di Bandara Halu Oleo, Kamis (5/3/2026)
Kunjungan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penyediaan hunian layak serta penataan kawasan permukiman di Sulawesi Tenggara.
Agenda dimulai dengan rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sultra. Dalam forum itu dibedah kondisi terkini sektor perumahan di daerah, termasuk kebutuhan rumah bagi masyarakat serta tantangan percepatan pembangunan.
Sekretaris Daerah Sultra Asrun Lio mewakili gubernur menyambut langsung kedatangan Wamen PKP dan rombongan.
Sementara itu, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran memaparkan situasi perumahan di ibu kota provinsi tersebut, termasuk kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Rapat tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah, instansi terkait, perwakilan perbankan hingga asosiasi pengembang perumahan.
200 Rumah Dibangun, Ribuan Tenaga Kerja Terserap
Data program kawasan permukiman Sultra menunjukkan, sepanjang 2025 telah dilakukan pembangunan maupun peningkatan kualitas sebanyak 200 unit rumah yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Program ini tidak hanya menyasar peningkatan kualitas hunian, tetapi juga memberikan efek ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja hingga 3.495 Hari Orang Kerja (HOK).
Istilah populernya, program ini bukan sekadar bangun rumah—tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat di level bawah.
Turun Lapangan, Cek Proyek Perumahan
Usai rapat, Fahri Hamzah bersama rombongan meninjau langsung pembangunan perumahan hasil kerja sama Bank Tabungan Negara dengan APERNAS di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan rumah terjangkau.
Tak berhenti di situ, rombongan juga mendatangi lokasi penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Kelurahan Wua-Wua, Kota Kendari.
Di lokasi tersebut, Wamen berdialog langsung dengan warga penerima bantuan dan melihat kondisi rumah yang telah ditingkatkan kualitasnya melalui program pemerintah.
Kawasan Kumuh Juga Jadi Target
Agenda berikutnya adalah meninjau rencana peremajaan kawasan permukiman kumuh di Papalimba, Kecamatan Abeli, Kendari.
Peninjauan ini menjadi langkah awal untuk merumuskan strategi penataan kawasan agar lingkungan permukiman menjadi lebih layak, sehat, dan tertata.
Pemerintah berharap kunjungan ini menjadi titik penguatan koordinasi pusat dan daerah agar program pembangunan perumahan di Sultra bisa berjalan lebih cepat.
Bahasa populernya: program rumah rakyat tidak boleh jalan di tempat—harus tancap gas*

