KENDARI, Kongkritsultra.com- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara tancap gas menjelang Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan transaksi masyarakat, BI Sultra menyiapkan uang tunai Rp1,2 triliun dalam kondisi layak edar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran sistem pembayaran sekaligus menahan laju inflasi yang biasanya meningkat pada periode hari besar keagamaan.

Kepala Perwakilan BI Sultra Edward Permadi menegaskan, kesiapan likuiditas menjadi prioritas utama agar kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa hambatan.

“Kami menyiapkan Rp1,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 2026. Penyalurannya akan dilakukan melalui kerja sama dengan perbankan,” kata Edward saat bincang bersama wartawan di Kendari, Selasa (10/2/2026).

Kesiapan BI Sultra ini ditopang oleh kinerja ekonomi daerah yang terus menguat. Berdasarkan rilis BI, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara pada 2025 mencapai 5,79 persen (yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,40 persen dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen.

Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Sultra bahkan tumbuh 5,94 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat masih solid.

Meski demikian, BI Sultra tidak lengah.

Bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), BI terus memperkuat koordinasi dan sinergi pengendalian inflasi, terutama menghadapi lonjakan konsumsi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, BI kembali menggulirkan Program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) 2026. Program ini menyediakan layanan penukaran uang rupiah melalui kas keliling, loket perbankan, hingga penukaran terpadu di berbagai titik.

“SERAMBI 2026 dirancang agar penukaran uang lebih mudah, merata, dan tertib. Seluruh layanan menggunakan sistem digital PINTAR,” ujar Edward.

Berbeda dari tahun sebelumnya, batas maksimal penukaran uang per orang dinaikkan menjadi Rp5.300.000, atau meningkat 23,2 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp4.300.000.

Dengan kesiapan dana, penguatan koordinasi pengendalian inflasi, serta digitalisasi layanan penukaran uang, BI Sultra optimistis stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran 2026 dapat terpenuhi tanpa gejolak*