KONAWE, Kongkritsultra.com- Ramadan bukan cuma soal takjil dan meja panjang buka puasa. Di Tongauna, Jumat (20/2/2026), ada pesan yang ingin ditegaskan: gerakan sosial harus nyata, bukan sekadar narasi.
Organisasi Gerakan Prabowo Indonesia Maju (GPIM) menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan untuk belasan anak yatim di Kelurahan Tongauna, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe.
Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Wakil Ketua Umum GPIM, H. Amir. Bagi Amir, Tongauna bukan sekadar titik di peta. Itu tanah kelahirannya. Tempat ia pulang, bukan hanya secara fisik, tetapi juga perhatian
Acara berlangsung khidmat. Hadir Camat Tongauna M. Idil Daud, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama setempat. Mereka memberi apresiasi atas kepedulian sosial yang digelar di tengah suasana Ramadan.
Ketua panitia, Saldy, menyebut kegiatan ini bukan agenda seremonial semata. Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto agar memperbanyak aksi sosial dan kebermanfaatan di bulan suci.
“Kami ingin menebar kebaikan, bukan sekadar wacana. Ramadan adalah momentum bergerak,” ujarnya.
H. Amir sendiri menegaskan, kegiatan ini murni berniat kemanusiaan, tanpa muatan politis. Sebagai organisasi yang mengawal program-program strategis pemerintah, GPIM merasa punya tanggung jawab moral untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
GPIM, yang dipimpin Ketua Umum Abi Aries Faturrahman, memang memosisikan diri sebagai jembatan antara aspirasi rakyat dan kebijakan pemerintah. Di level lokal, pendekatan itu diterjemahkan lewat aksi sosial konkret.
Belasan anak yatim menerima santunan secara simbolis. Doa bersama dipimpin tokoh agama setempat. Suasana cair. Pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, dan pengurus GPIM duduk satu saf, menunggu azan magrib.
Pesan yang ingin ditegaskan sederhana: organisasi tak cukup berdiri di atas baliho. Ia harus hadir di tengah rakyat. Di Tongauna, Ramadan kali ini menjadi panggung kecil untuk menunjukkan itu*

