KENDARI, Kongkritsultra.com- Kawasan Eks MTQ selama ini seperti “Samrawut”. Kendaraan menumpuk, Sabtu, 14 Februari 2026, suasananya berbeda. Aparat berseragam berdiri di simpul-simpul jalan. Peluit bersahutan. Arus kendaraan dialihkan.
Pemerintah Kota Kendari tak mau lagi kawasan itu jadi langganan chaos, Langkah taktis diambil. Rekayasa lalu lintas digelar. Bukan setengah hati. Kolaborasi penuh.
Pemkot menggandeng Polda Sulawesi Tenggara. Turun bersama Direktorat Lalu Lintas. Ikut pula Polres Kendari. Diperkuat Dinas Perhubungan dan Satpol PP, Ini bukan sekadar seremoni. Ini operasi lapangan.
Eks MTQ memang magnet aktivitas. Pedagang, pengunjung, kendaraan parkir sembarangan. Semua numpuk di satu ruang.
Efeknya klasik: bottleneck, Kemacetan terjadi bukan karena jalan sempit. Tapi karena perilaku. Parkir liar. Putar balik sembarangan. Kendaraan berhenti seenaknya.
Pemkot kendari membaca pola itu. Lalu membuat skema pengalihan arus. Beberapa jalur dibuat satu arah sementara. Personel ditempatkan di titik strategis.
Bahasanya sederhana: jangan kasih ruang untuk macet tumbuh, Pendekatan Humanis, Tapi Tegas
Penertiban dilakukan tanpa gaya “galak”. Petugas memilih pendekatan persuasif. Edukasi jalan terus. Teguran tetap ada, Istilahnya, soft power tapi berisi.
Pedagang diingatkan. Pengendara diarahkan. Parkir ditata ulang.
Kawasan yang tadinya semrawut mulai terlihat lebih rapi, Rekayasa ini bukan cuma soal kendaraan. Ini soal wajah kota.
Eks MTQ adalah ruang publik. Kalau kawasan ini tertib, dampaknya psikologis. Kota terasa lebih terkelola. Lebih modern. Lebih berkelas.
Pemkot ingin mengirim pesan: tata kota bukan jargon, dilakukan Sinergi lintas instansi jadi kata kunci. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri.
Kalau Dishub kerja tanpa polisi, pincang. Kalau polisi tanpa dukungan pemda, tak maksimal.
Langkah ini belum final. Pemkot memastikan evaluasi berkala akan dilakukan. Jika skema belum efektif, akan diutak-atik lagi.
Manajemen lalu lintas itu dinamis. Bukan kebijakan sekali jadi, yang jelas, Sabtu itu memberi sinyal kuat: kawasan Eks MTQ tak boleh lagi jadi simbol kemacetan.
Kolaborasi Pemkot dan aparat kepolisian sedang diuji.
Kalau konsisten, Kendari bisa naik kelas. Kalau kendor, macet akan kembali, Pilihan ada pada komitmen*

