MUBAR, Kongkritsultra.com- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mempercepat pemerataan akses komunikasi di wilayah pedesaan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui peninjauan langsung lokasi pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di Desa Lakanaha, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat

Peninjauan tersebut dipimpin Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, didampingi jajaran Diskominfo Sultra, perwakilan PT Telkomsel, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Muna Barat beserta staf, Camat Wadaga, Kepala Desa Lakanaha, serta melibatkan masyarakat setempat.

Di sela peninjauan, Ridwan Badallah menggelar pertemuan bersama camat, kepala desa, dan aparat desa untuk memastikan kesiapan lokasi serta dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap rencana pembangunan BTS tersebut Ujarnya Senin (22/12/2025)

Ridwan menjelaskan, survei lapangan ini menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi wilayah blank spot atau daerah yang belum terjangkau layanan telekomunikasi, khususnya di kawasan pedesaan dan terpencil seperti Desa Lakanaha.

“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan jaringan di lapangan, sekaligus menyiapkan pembangunan infrastruktur agar tepat sasaran,” kata Ridwan.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini tercatat sekitar 321 wilayah di Sulawesi Tenggara masih mengalami keterbatasan akses digital. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan layanan informasi, pendidikan, dan ekonomi berbasis digital.

Menurut Ridwan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus melakukan langkah strategis melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, pemerintah kabupaten/kota, serta operator telekomunikasi guna menekan angka blank spot di daerah.

“Penanganan blank spot ini kami lakukan secara kolaboratif, baik dengan pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten/kota, agar masyarakat di wilayah terpencil juga bisa menikmati layanan komunikasi yang layak,” ujarnya.

Ridwan menegaskan, pembangunan BTS tidak sekadar menghadirkan sinyal, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap layanan publik digital, pendidikan daring, hingga peluang ekonomi berbasis teknologi.

Secara umum, lanjut Ridwan, peninjauan lokasi dilakukan untuk memastikan proyek infrastruktur telekomunikasi berjalan lancar, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang selama ini masih mengalami keterbatasan jaringan.

Dengan masuknya Desa Lakanaha sebagai salah satu titik prioritas pembangunan BTS, Pemprov Sultra berharap kesenjangan digital antarwilayah sekaligus mendorong percepatan transformasi digital hingga ke pelosok daerah( Man)