MUNA, Kongkritsultra.com-Dalam rangka mendukung program strategis nasional ketahanan pangan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari terus memperkuat pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Muna.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan dan peningkatan tiga bendung, yakni pembangunan baru Bendung Laiba, rehabilitasi peningkatan Bendung Labulu-Bulu, serta rehabilitasi peningkatan Bendung Kolasa.
Ketiga bendung tersebut dirancang untuk menunjang sistem irigasi pertanian yang mencakup dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Parigi dan Kecamatan Kabawo, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat setempat.
Salah satu proyek yang telah menunjukkan hasil nyata adalah rehabilitasi Bendungan Daerah Irigasi (DI) Laiba di Kecamatan Parigi. Proyek ini telah dinyatakan rampung 100 persen dan siap dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian.
Pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Dampak program tersebut kini mulai dirasakan hingga ke daerah, termasuk di Kabupaten Muna.
Humas BWS Sulawesi IV Kendari, Rahmat, menyampaikan bahwa pembangunan Bendung Laiba serta rehabilitasi Bendung Labulu-Bulu dan Bendung Kolasa diproyeksikan mampu memperkuat suplai air irigasi bagi lahan pertanian di Kecamatan Parigi dan Kabawo.
“Bendung Laiba merupakan pembangunan baru yang dirancang untuk mengairi lahan persawahan seluas 615,84 hektare. Dengan adanya bendung ini, ketergantungan petani terhadap curah hujan dapat diminimalisir,” ujar Rahman.
Ia menjelaskan, rehabilitasi DI Laiba tidak hanya berfungsi meningkatkan sistem irigasi, tetapi juga memberikan manfaat dalam pengendalian banjir serta penyediaan air baku untuk kebutuhan pertanian. Ke depan, proyek strategis nasional ini akan dilanjutkan dengan pembangunan jaringan irigasi pada tahun 2026 guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan persawahan.
“Pembangunan bendung bertujuan meningkatkan volume tampungan air agar suplai irigasi tetap terjaga, sekaligus mendukung pengendalian banjir dan penyediaan air baku,” tambahnya.
Keberhasilan pembangunan Bendung Laiba menjadi bukti komitmen Kementerian PUPR melalui BWS Sulawesi IV Kendari dalam mendukung ketahanan air dan ketahanan pangan nasional sejalan dengan program Asta Cita.
Sementara itu, tokoh pemuda setempat, Tayeb, menilai pembangunan Bendung Laiba sangat strategis untuk kembali mengoptimalkan aliran air ke area persawahan.
Menurutnya, keberadaan bendung di Kabupaten Muna sangat penting dalam menjaga ketersediaan air sepanjang tahun, terutama di tengah kondisi perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.
“Infrastruktur sumber daya air yang andal diyakini akan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya petani,” ungkap Tayeb.
Ia juga mengungkapkan bahwa proyek tersebut mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, bersama Bupati Muna, Bachrun Labuta, yang turun langsung meninjau progres pembangunan di lapangan.
“Kami mengapresiasi Pak Ridwan Bae yang berhasil menghadirkan proyek Kementerian PUPR ke Bumi Sowite. Dampaknya sangat nyata, tidak hanya bagi pertanian, tetapi juga ikut meningkatkan wajah Kota Raha,” tegas Tayeb(Man)

