KENDARI, Kongkritsultra.com-Ramadan selalu punya cerita yang sama: harga bahan pokok naik, daya beli masyarakat tertekan. Pemerintah biasanya sibuk mencari cara menahan gejolak itu.

Tahun ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memilih bergerak lebih cepat.

Network Media
Temukan berita nasional, politik, hukum, dan perkembangan daerah lainnya di Katasulsel.com, portal informasi aktual yang menghadirkan laporan terpercaya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Di area parkiran Eks-MTQ Kota Kendari, Rabu (4/3/2026), Gubernur Andi Sumangerukka membuka Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini menjadi bagian dari pembukaan besar Ramadan Sultra Fest sekaligus peluncuran layanan digital Anoa Link.

Bagi gubernur, gerakan ini bukan sekadar bazar pangan. Ini langkah konkret menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di bulan suci.

“Setiap Ramadan dan menjelang Idulfitri permintaan bahan pokok meningkat. Kalau tidak diantisipasi, harga bisa melonjak. Gerakan Pangan Murah adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat,” tegas Andi Sumangerukka.

Network Media
Temukan berita nasional, politik, hukum, dan perkembangan daerah lainnya di Katasulsel.com, portal informasi aktual yang menghadirkan laporan terpercaya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Sebelum acara itu digelar, gubernur bahkan sudah turun langsung melakukan inspeksi mendadak harga bahan pokok di sejumlah pasar di Kendari. Ia ingin memastikan dua hal: stok tersedia dan harga masih terkendali.

Langkah itu memperlihatkan satu pesan penting — pemerintah tidak ingin hanya menunggu laporan, tetapi melihat langsung kondisi di lapangan.

Menurut gubernur, stabilitas harga pangan adalah fondasi penting bagi ketahanan ekonomi daerah. Tanpa harga yang terkendali, daya beli masyarakat bisa tergerus.

Namun menjaga stabilitas harga tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian.

“Perlu sinergi semua pihak. Pemerintah, perbankan, pelaku usaha, distributor, hingga masyarakat harus bergerak bersama agar inflasi daerah tetap terkendali,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah provinsi juga meluncurkan layanan digital perbankan Anoa Link milik Bank Sultra.

Platform ini diharapkan memperluas akses transaksi digital sekaligus memperkuat inklusi keuangan di daerah.

Agenda pembukaan Ramadan Sultra Fest juga diisi dengan berbagai program sosial. Gubernur menyerahkan beasiswa kepada 50 siswa madrasah berprestasi dengan total nilai Rp100 juta.

Selain itu, santunan diberikan kepada 50 hafiz Al-Qur’an. Pemerintah juga menyerahkan sertifikat halal kepada 114 pelaku UMKM serta juru sembelih hewan dari rumah potong hewan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus meningkatkan daya saing usaha lokal di Sulawesi Tenggara.

Ramadan Sultra Fest sendiri telah dimulai sejak soft opening pada 21 Februari lalu dan akan berlangsung hingga 15 Maret 2026.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Gubernur Andi Sumangerukka berharap Ramadan tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga momentum ekonomi.

Sebuah ikhtiar agar Sulawesi Tenggara terus bergerak menuju daerah yang maju, aman, sejahtera, dan religius*