KENDARI, Kongkritsultra.com- Musyawarah Daerah (Musda) Gapeksindo Sulawesi Tenggara baru saja ditutup. Tepuk tangan selesai. Foto bersama rampung. Tapi bagi Saweri Gading, urusan justru baru dimulai.
Begitu palu Musda diketuk di Hotel Zahra Kendari, Sabtu (31/1/2026), Saweri Gading langsung mengambil posisi: tancap gas. ia resmi mengemban amanah sebagai Ketua DPC Gapeksindo Kabupaten Bombana periode 2026–2031, dan memilih tidak larut dalam euforia.
*Baginya, Musda bukan panggung seremoni. Melainkan titik start*
Bombana Tak Bisa Menunggu, Industri jasa konstruksi berubah cepat. Regulasi bergerak. Teknologi menekan. Persaingan makin keras. Saweri Gading sadar betul, jika Gapeksindo Bombana berjalan dengan pola lama, organisasi ini hanya akan jadi penonton.
Karena itu, langkah pertama yang disiapkan adalah memperkuat kepengurusan. Struktur harus hidup. Organisasi harus bekerja. Bukan sekadar nama di atas kertas.
“Gapeksindo Bombana harus kembali menjadi rumah besar bagi pengusaha konstruksi,” kata Saweri Gading. Rumah yang mengayomi, bukan sekadar menaungi ujarnya pada awak media Minggu (1/2/2026)
*Profesionalisme dan Kemitraan Pemerintah*
Saweri Gading tidak sedang menjual jargon. Ia bicara soal arah. Soal sikap. Soal posisi pengusaha lokal di tengah proyek-proyek pembangunan.
Menurutnya, Saweri Gading pengusaha konstruksi Bombana harus naik kelas, lebih profesional, lebih transparan, dan mampu bersaing secara sehat.
Sebab bukan hanya antar sesama pengusaha, tapi juga dalam membangun kepercayaan pemerintah. Sebab, tanpa kepercayaan, kemitraan hanya tinggal slogan.
“Kita ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Bombana,” ujarnya.
*Teknologi Bukan Pilihan, Tapi Keharusan*
Satu hal yang ditekankan Saweri Gading adalah pemanfaatan teknologi informasi. Dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek, semuanya harus berbasis sistem yang jelas dan terukur.
Di era sekarang, kata Saweri, profesionalisme tidak cukup dengan pengalaman. Harus ditopang data, sistem, dan transparansi. Inilah kunci agar perusahaan konstruksi lokal tidak terus tertinggal. Sebab teknologi, dalam pandangannya, bukan ancaman. Tapi alat untuk memperkuat daya saing.
*Organisasi yang Berkelanjutan*
Tak berhenti pada kepengurusan, Saweri Gading juga menyiapkan pembahasan arah kebijakan organisasi ke depan. Ia ingin Gapeksindo Bombana memiliki program kerja yang berkelanjutan, adaptif, dan inovatif.
Bukan program musiman. Bukan pula agenda dadakan. Tapi kerja organisasi yang terasa dampaknya bagi anggota.
Harapannya jelas Gapeksindo Bombana 2026–2030 tidak sekadar eksis, tapi berperan aktif dalam pembangunan daerah—bahkan memberi kontribusi bagi pembangunan nasional.
Musda telah selesai. Tapi tantangan justru baru dimulai dan Saweri Gading memilih satu sikap: bergerak lebih cepat dari waktu.
Apakah Gapeksindo Bombana benar-benar akan bangkit sebagai organisasi kuat?
Jawabannya tidak ada di forum Musda. Jawabannya ada di kerja nyata setelah lampu hotel dimatikan*

