KENDARI, Kongkritsultra.com- Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Sulawesi Tenggara menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Sabtu (31/1/2026) di Hotel Zahra, Kendari.

Forum ini menjadi momentum penting bagi Gapeksindo Sultra untuk merumuskan arah organisasi sekaligus merespons tantangan industri jasa konstruksi yang kian dinamis.

Musda digelar sebagai agenda strategis untuk menetapkan program kerja, memperkuat konsolidasi internal organisasi, serta membahas berbagai isu krusial sektor konstruksi di tingkat daerah. Salah satu fokus utama yang mengemuka adalah transformasi jasa konstruksi menuju sistem yang lebih modern, profesional, dan berbasis digital.

Ketua Gapeksindo provinsi sulawesi tenggara Drs. Muh. Yahya, mengatakan Musda bukan sekadar forum rutin organisasi, melainkan wadah strategis untuk membangun visi bersama menghadapi perubahan besar di sektor jasa konstruksi.

“Musda ini kami rancang sebagai forum untuk merumuskan langkah-langkah nyata membangun jasa konstruksi yang transparan, profesional, dan berbasis digital. Gapeksindo harus siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan regulasi,” ujar Muh. Yahya.

Ia menegaskan, profesionalisme pelaku jasa konstruksi ke depan harus berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi informasi, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan proyek. Menurutnya, tata kelola yang baik dan sistem digital menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik sekaligus daya saing perusahaan konstruksi lokal.

“Jasa konstruksi di Sulawesi Tenggara tidak cukup hanya kuat secara teknis. Profesional dalam administrasi, tata kelola, dan sistem digital adalah keharusan agar mampu bersaing dan dipercaya,” tegasnya.

Panitia Musda Gapeksindo Sultra 2026 telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyusunan agenda sidang, koordinasi peserta dari seluruh kabupaten/kota, hingga penyiapan materi pembahasan terkait penguatan organisasi dan inovasi digital di sektor konstruksi.

Musda ini dihadiri pengurus daerah, perwakilan DPP Gapeksindo pusat, pengurus DPD dan DPC kabupaten/kota, anggota Gapeksindo, serta tokoh-tokoh yang bergerak di bidang jasa konstruksi di Sulawesi Tenggara.

Selain kepengurusan, forum ini juga akan membahas arah kebijakan organisasi ke depan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua DPD Gapeksindo Kabupaten Bombana, Saweri Gading, menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih maju dan terorganisasi.

“Gapeksindo Bombana bersama seluruh pengurus akan memulai babak baru. Kami ingin membawa industri jasa konstruksi di Bombana ke arah yang lebih baik, dengan mengedepankan profesionalitas serta kepatuhan terhadap aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Musda Gapeksindo Sultra 2026 diharapkan mampu melahirkan program kerja yang adaptif dan inovatif, sekaligus memperkuat peran pelaku jasa konstruksi lokal dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional*