KONSEL, Kongkritsultra.com- Kesabaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Konawe Selatan akhirnya mencapai batas. Maraknya aktivitas truk bermuatan berlebih di ruas jalan Moramo–Konda dinilai sebagai bentuk pembangkangan terang-terangan terhadap aturan lalu lintas dan keselamatan publik.

Meski peringatan dan imbauan resmi telah berulang kali disampaikan oleh kepolisian bersama Dinas Perhubungan Konawe Selatan, fakta di lapangan menunjukkan truk-truk bermuatan berlebih masih bebas melintas. Kondisi tersebut memicu kemarahan Pemuda LIRA yang menilai para pelaku usaha angkutan bersikap seolah kebal hukum.

Ketua DPD Pemuda LIRA Konawe Selatan, Ibrahim, menegaskan bahwa sikap membandel perusahaan angkutan bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan sudah mencederai wibawa negara. Menurutnya, mengoperasikan truk overload sama saja dengan mempertaruhkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mempercepat kerusakan infrastruktur daerah.

“Ini bukan lagi soal imbauan yang diabaikan, tapi soal aturan negara yang diinjak-injak. Ketika teguran polisi dan Dishub tidak digubris, maka yang dipertaruhkan adalah nyawa masyarakat,” kata Ibrahim, Kamis (18/12/2025)

Ia menyebut ruas Moramo–Konda merupakan jalur vital masyarakat yang dibangun menggunakan anggaran negara. Namun dalam praktiknya, jalan tersebut justru diperlakukan layaknya jalur eksklusif kepentingan bisnis semata. Dampaknya, kerusakan jalan kian parah dan potensi kecelakaan terus mengintai warga.

Lebih jauh, Ibrahim mempertanyakan komitmen etika para pelaku usaha angkutan. Menurutnya, orientasi keuntungan tanpa kepatuhan hukum merupakan sikap yang tidak bisa ditoleransi di daerah mana pun. “Kalau aturan saja diabaikan, bagaimana mungkin mereka bicara tanggung jawab sosial?” ujarnya.

Sebagai bentuk sikap tegas, Pemuda LIRA Konawe Selatan memastikan akan melakukan boikot total di ruas jalan Moramo–Konda pada 20 Desember 2025. Aksi tersebut rencananya melibatkan elemen masyarakat sekitar sebagai bentuk tekanan moral sekaligus perlawanan terhadap praktik overload yang terus dibiarkan.

“Ini bukan aksi seremonial. Jika truk overload masih memaksakan diri melintas, maka pada 20 Desember jalan itu akan kami tutup. Ini suara rakyat yang tidak ingin terus-menerus dirugikan,” tegas Ibrahim.

Ia menambahkan, boikot tersebut ditujukan khusus untuk menghentikan operasional truk bermuatan berlebih, bukan mengganggu aktivitas warga secara umum. Pemuda LIRA juga mendesak aparat penegak hukum agar menjatuhkan sanksi tegas hingga penghentian operasional bagi perusahaan yang terus melanggar.

“Negara tidak boleh kalah oleh pengusaha nakal. Jika penindakan ragu-ragu, maka masyarakat akan bergerak. Pemuda LIRA siap berdiri di barisan depan,” pungkasnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak Kecamatan Konda terkait kondisi jalan Moramo–Konda serta rencana boikot tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan pihak kecamatan( Man)