KENDARI, Kongkritsultra.com- Proyek peningkatan jalan pada ruas Poli-Polia menuju batas Kabupaten Konawe Selatan terus digenjot Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Pekerjaan yang ditangani Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Sultra itu kini memasuki tahapan pengaspalan, sebuah fase yang cukup lama ditunggu warga karena selama bertahun-tahun akses tersebut menjadi jalur penting menuju pusat ekonomi dan layanan publik.
Di tengah kondisi cuaca yang tidak selalu bersahabat, proses pengejaran target tetap berjalan. Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau pekerjaan kontraktor agar selaras dengan kontrak dan spesifikasi teknis. Ia memastikan bahwa tahapan pengaspalan dilakukan setelah seluruh proses pemadatan dan uji laboratorium dilalui sesuai standar
“Pekerjaan terus berjalan. Pengaspalan sudah mulai, kendala utama memang hujan. Tapi target Desember tetap kita kejar. Semua tahapan sudah melalui hasil lab, dan setiap langkah kami monitoring,” ujar Pahri saat ditemui di Kendari, Senin (17/11/2025).
Pahri menjelaskan, prinsip kehati-hatian diterapkan sejak awal. Kontraktor diminta bekerja benar-benar sesuai ketentuan, termasuk penggunaan material yang telah disetujui dalam kontrak. Jika ditemukan bagian yang tidak sesuai, pihaknya tidak segan memerintahkan pembongkaran. “Kalau ada pekerjaan tidak memenuhi standar, kita minta perbaiki. Kalau memang harus dibongkar, ya dibongkar. Tidak ada kompromi,” tegasnya.
Ia juga menyinggung penggunaan aspal Buton dalam proyek tersebut. Menurutnya, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka secara tegas meminta kualitas menjadi prioritas utama pada seluruh proyek infrastruktur. “Pesan Pak Gubernur jelas: kualitas nomor satu. Jadi tidak ada alasan untuk asal-asalan,” tambahnya.
Di lapangan, pengerjaan sebelum pengaspalan seperti pemadatan struktur dasar menggunakan alat berat dilakukan secara bertahap. Langkah ini dinilai sebagai kunci ketahanan jalan, terutama karena jalur tersebut menjadi tumpuan aktivitas masyarakat lintas wilayah. Ketepatan proses awal dipandang penting agar aspal tidak mudah rusak oleh beban kendaraan maupun cuaca ekstrem.
Warga setempat menyambut gembira kemajuan proyek yang telah mengaspal lebih dari 11 kilometer ruas jalan tersebut. Banyak yang sebelumnya harus berjibaku dengan kondisi jalan rusak dan berlubang, terutama pada musim penghujan. Bagi sebagian warga, jalan ini adalah jalur kehidupan—menghubungkan mereka dengan sekolah, pasar, hingga layanan kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Pahri juga menyampaikan apresiasi terhadap lembaga kontrol seperti LSM dan media. Menurutnya, kritik dan masukan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pekerjaan. “Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman LSM dan media. Kritik itu mengingatkan kami untuk bekerja lebih baik dan taat aturan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proyek tersebut termasuk proyek strategis sehingga pengawasannya dilakukan berlapis, termasuk dari lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Audit rutin disebut sebagai bagian dari mekanisme penjaga kualitas dalam setiap langkah pembangunan infrastruktur.
Pahri memastikan pihaknya akan terus terbuka terkait progres pekerjaan. Dokumentasi lapangan, kata dia, akan dikirimkan secara berkala sebagai bentuk transparansi. “Nanti kita kirim gambar-gambar kegiatan di lapangan, biar semua bisa lihat progresnya,” ucapnya.
Dengan semakin intensifnya pengerjaan, harapan warga Poli-Polia hingga perbatasan Konsel bahwa jalur mereka bisa segera mulus kian dekat. Pemerintah provinsi menegaskan bahwa peningkatan konektivitas antarwilayah tetap menjadi prioritas utama pembangunan Sulawesi Tenggara( Usman)

