KENDARI, Kongkritsultra.com- Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar Musyawarah Kerja Adat Pusat (Musker Lapus) di Kabupaten Kolaka pada 20 November 2025. Agenda tahunan ini menjadi ajang penting untuk merumuskan arah kebijakan adat, memperkuat struktur organisasi, serta mempertegas peran LAT sebagai wadah pemersatu masyarakat Tolaki.

Acara yang rencananya akan dibuka oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, itu akan berlangsung di Hotel Sutan Raja Kolaka. Kegiatan di bawah kepemimpinan Ketua DPP LAT, Dr. H. Lukman Abunawas, SH., M.Si., MH., dan Sekjen Dr. Basrin Melamba, S.Sos., M.A., ini diharapkan menjadi tonggak pembaruan dalam penguatan nilai dan kelembagaan adat Tolaki.

Ketua Steering Committee Musker LAT Sultra, Dr. Sarmadan, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa pemilihan Kolaka sebagai lokasi pelaksanaan merupakan bentuk pemerataan representasi daerah. “Musyawarah adat pemilihan ketua sebelumnya diadakan di Konawe, maka Musker kali ini kami selenggarakan di Kolaka Raya agar dua wilayah utama ini sama-sama terwakili,” ujarnya Jumat (7/11/2025)

Musker Lapus akan difokuskan pada pembahasan 17 program kerja strategis dari berbagai departemen LAT untuk periode lima tahun ke depan. Program tersebut mencakup rencana tahunan, jangka menengah, dan rencana lima tahunan, dengan prioritas utama pada penataan organisasi serta peningkatan kapasitas lembaga adat di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Menurut Dr. Sarmadan S.Sos., M.Si., penguatan kelembagaan adat menjadi kunci menjaga eksistensi nilai-nilai budaya Tolaki yang berakar pada falsafah Kalosara. Ia menegaskan, prinsip hidup masyarakat Tolaki yang diwariskan leluhur harus tetap dijaga dalam setiap sendi kehidupan. “Falsafah hidup kita adalah Inae Konasara, Iye Pinesara; Inae Liyasara, Iye Pinekasara. Siapa pun yang menyimpang dari nilai-nilai adat akan mendapatkan sanksi, baik adat maupun sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua LAT Sultra Bidang Delapan, Abdul Jalil Bionda, STP., menyampaikan bahwa Musker Lapus tahun ini juga menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi Tamalaki. Sebanyak 25 ormas ketamalakian akan resmi bergabung di bawah naungan LAT. “Selama ini ormas-ormas Tamalaki berdiri sendiri-sendiri. Sekarang, mereka siap bernaung di bawah LAT agar memiliki arah dan nilai yang sama,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh ormas yang bergabung akan menandatangani nota kesepahaman (MoU), mengucapkan ikrar bersama, serta menerima pin resmi sebagai simbol kesatuan. Langkah ini diharapkan menciptakan sistem rekrutmen yang lebih selektif, menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan anggota, dan mendorong kegiatan budaya secara berkala seperti pawai adat tiga bulanan.

“Kami ingin ormas Tamalaki menjadi pelopor seni dan budaya, bukan lagi identik dengan adu fisik. Mereka harus menjadi simbol kehormatan dan persaudaraan,” kata  Abdul Jalil Bionda, STP.,

Musker Lapus 2025 mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kolaka. Ketua Panitia Pelaksana, Ir. H. Syahrir Sahaka, MP., bersama Ketua DPD LAT Kolaka, Dr. H. Amir Sahaka, S.Pd., M.Si., memastikan seluruh kesiapan teknis telah rampung, mulai dari fasilitas di Hotel Sutan Raja hingga koordinasi peserta dari berbagai daerah.

Diperkirakan lebih dari 1.500 peserta akan hadir, terdiri dari tokoh adat, pemuka agama, pejabat daerah, dan perwakilan Forkopimda se-Sulawesi Tenggara. Abdul Jalil Bionda, STP., berharap pelaksanaan Musker ini menjadi ajang konsolidasi dan refleksi besar bagi LAT dalam memperkuat peran adat dalam pembangunan daerah.

“LAT harus menjadi rumah besar bagi masyarakat Tolaki. Dari sini, kita menjaga marwah adat, menanamkan nilai kebersamaan, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk membangun Sultra yang berkeadaban,” pungkasnya( Usman)